• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 23 April 2024

Metropolis

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar dan Perkiraan Tanggalnya

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar dan Perkiraan Tanggalnya
Ilustrasi malam lailatul qadar. (Foto: NOJ/ freepik)
Ilustrasi malam lailatul qadar. (Foto: NOJ/ freepik)

Surabaya, NU Online Jatim

Dosen Ma'had Aly An-Nur 1 Malang, Muhammad Tholhach Al-Fayyadl mengurai secara rinci tanda-tanda dan perkiraan tanggal malam lailatul qadar. Menurutnya, malam lailatul qadar sebaiknya diisi dengan ibadah agar meraih kemuliaan.

 

“Malam lailatul qadar itu mulia kalau kita bisa memaksimalkannya untuk ibadah,” ujarnya saat acara Ngaji Online Santai atau Ngaos Ramadhan melalui live Instagram NU Online Jatim, Senin (01/04/2024).

 

Gus Tholhach pun menjelaskan tanda-tanda terjadinya malam lailatul qadar. Pertama, malam lailatul qadar adalah malam yang penuh dengan ketenangan. “Artinya, ketika malam lailatul qadar hewan-hewan itu tidak bersuara, semuanya sunyi, dan tidak ada bintang di langit,” ucapnya.

 

Kedua, pada malam tersebut hawa udaranya tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu dingin. Ketiga, pada malam lailatul qadar bulan terlihat bulat namun yang bercahaya hanya tepiannya saja. Keempat, setelah malam lailatul qadar besoknya matahari terbit menerangi dunia ini tanpa ada terik sama sekali dan tidak menyilaukan.

 

“Jadi, dari pagi sampai sore tidak ada rasa panas sedikit pun,” kata alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir ini.

 

Dirinya mengatakan, ada beberapa pendapat untuk perkiraan tanggal malam lailatul qadar. Dari sejumlah pendapat itu dapat disimpulkan bahwa momen itu jatuh pada malam 17 Ramadhan atau di malam ganjil dari 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

 

Menurutnya, ada pendapat lain tentang penandaan lailatul qadar dari Imam Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin. Pertama, apabila awal bulan Ramadhan bertepatan hari Senin, maka malam lailatul qadar jatuh pada malam 21 Ramadhan.

 

Kedua, apabila awal Ramadhan jatuh pada hari Sabtu maka malam lailatul qadar diprediksi terjadipada 23 Ramadhan. Ketiga, apabila Ramadhan pertama bertepatan hari Kamis, maka malam lailatul qadarnya tanggal 25 Ramadhan.

 

Keempat, apabila awal Ramadhan itu hari Selasa atau Jumat, maka malam lailatul qadarnya jatuh pada tanggal 27 Ramadhan. Kelima, sedangkan bila hari pertama Ramadhan jatuh pada Ahad atau Rabu, maka malam lailatul qadar diperkirakan terjadi pada 29 Ramadhan.

 

Sementara itu, untuk amalan-amalan yang dilakukan ketika malam lailatul qadar yang bisa dilakukan, yaitu berdoa sebab pada malam tersebut doa lebih mudah terkabul. Selain itu, juga memperbanyak shalat malam serta mengajak keluarganya untuk shalat malam. Serta, memperbanyak baca Al-Qur’an dan meminta ampunan kepada Allah.

 

“Mencari ikan tidak mungkin dari satu tempat saja, maka carilah malam lailatul qadar pada bulan Ramadhan ini tidak di satu malam saja. Dan tetaplah memperbanyak ibadah di setiap malam bulan Ramadhan,” pungkasnya.

 

Penulis: Khusnia Evi Safitri


Metropolis Terbaru