• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Metropolis

Usai Vaksinasi Meriang Disertai Demam, Berikut Penjelasan Dokter

Usai Vaksinasi Meriang Disertai Demam, Berikut Penjelasan Dokter
Istimewa
Istimewa

Surabaya, NU Online Jatim

Meski ada yang tidak menimbulkan efek samping usai vaksinasi, tetapi sejumlah orang tidak sedikit merasakan meriang disertai demam. Terhadap efek samping tersebut tidak perlu khawatir. Sebab, hal itu merupakan proses pembentukan daya tahan tubuh.

 

Seperti yang disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dr H Makky Zamzami. “Berarti benar itu (merasakan meriang dan demam), karena vaksin berasal dari virus yang dimatikan. Jadi, meriang itu suatu mekanisme tubuh secara fisiologis. Ketika ada zat yang masuk ke dalam tubuh maka secara reflek tubuh ini akan mengerahkan sel-sel untuk membentuk daya tahan tubuh,” ungkap dr Makky dilansir NU Online.

 

Menurutnya, proses tersebut secara langsung meningkatkan suhu tubuh. Tujuannya, mempercepat pengenalan antara vaksin dengan seluruh sel yang ada di dalam tubuh. Karena itu, gejala seperti meriang dan demam menjadi suatu yang wajar saat pasien selesai vaksinasi.

 

“Ada beberapa orang yang demam tapi ada juga beberapa orang yang tidak demam. Tidak semua. Nah, ketika pembentukan daya tahan tubuh itu dosisnya akan turun maka akan ditambah dosis yang kedua untuk pembentukan daya tahan tubuh yang lebih kuat lagi,” terangnya.

 

Untuk mengetahui antibodi tubuh itu bisa dicek di laboratorium. “Daya tahan tubuh ini bisa dicek di laboratorium untuk menghitung berapa yang terbentuk antibodi kita. Ketika ada tes, antigen atau tes antibodi itu bisa reaktif ada imonoglobin,” lanjut dr Makky.



Namun jika dites swab antigen, selama seseorang tidak tertular Covid-19 secara langsung, maka hasilnya akan tetap negatif. Sementara jika dites kemudian positif Covid-19, maka itu karena memang tertular Covid-19.



“Karena tertular Covid-19 ya, bukan karena vaksinasi. Vaksin itu, adanya di lapisan di dalam darah, sedangkan antigen itu berada di hidung yang diambil. Vaksin itu virus yang dimatikan. Ini harus dimengerti,” tegas dr Makky.

 

Ia lantas mengingatkan bahwa vaksin bukan serupa jubah agar terhindar dari Covid-19. Tetapi tujuan vaksinasi adalah agar ketika tertular Covid-19, tubuh akan menjadi lebih kuat daripada orang yang belum melakukan vaksinasi.

 

Adapun proses penyembuhan orang yang positif Covid-19 setelah vaksinasi pun akan lebih cepat. Vaksinasi akan berdampak pada menurunnya angka kematian dan menurunkan jumlah penularan. Hal ini sebagaimana vaksin influenza yang tidak berarti orang akan kebal dengan flu.

 

 

“Misalnya sebelum divaksinasi itu, kita bisa terkena flu empat sampai lima kali, setelah divaksin kita hanya terkena satu atau dua kali. Jadi setelah divaksinasi maka harus tetap menjalani protokol kesehatan, tetap hindari kerumunan agar tidak tertular virus,” pungkas dr Makky.


Editor:

Metropolis Terbaru