• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Malang Raya

Menengok Antusiasnya Nahdliyin Malang Ikuti Vaksinasi

Menengok Antusiasnya Nahdliyin Malang Ikuti Vaksinasi
Salah satu peserta usai vaksinasi di Kantor PCNU Kota Malang. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli).
Salah satu peserta usai vaksinasi di Kantor PCNU Kota Malang. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli).

Malang, NU Online Jatim

Warga Nahdlatul Ulama (NU) atau Nahdliyin di Malang Raya ternyata memiliki antusiasme yang tinggi dalam mengikuti vaksinasi. Hal ini tidak lain karena Nahdliyin memiliki kesadaran untuk memperkuat imunitas tubuhnya guna mencegah tertular Covid-19.

 

Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya, dr Syifa Mustika menuturkan, pendaftaran sudah ditutup sejak hari Jum'at (17/06/0/2021). Target sasaran vaksinasi sebanyak 700 dosis vaksin. Jumlah tersebut menyasar kepada beberapa Badan Otonom (Banom) NU di Kota Malang. 

 

"Targetnya Muslimat, takmir masjid, guru-guru LP Ma'arif, Banser, dan Satgas kita," ungkapnya.

 

Ia menjekaskan, antusiasme masyarakat luar biasa. Tidak seperti di fasilitas-fasilitas kesehatan seperti Puskesmas maupun Rumah Sakit (RS). Dugaan sementara, masyarakat lebih nyaman jika yang memvaksin dari NU sendiri.

 

"Alhamdulillah kalau yang melaksanakan vaksinasi dari keluarga Satgas NU kok antusiasmenya tinggi," ujar dokter yang juga penulis buku 'The New Normal Life' tersebut.

 

Menurut dr Syifa, meskipun Satgas Covid berasal dari Malang Raya, namun atensi peserta kebanyakan berasal dari masyarakat sekitar kota Malang. Terlebih kerja sama juga dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.

 

Persiapan sudah dilakukan satu bulan sejak dilaksanakan. Turut mengikuti job training yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang karena kebanyakan tim satgas berasal dari tenaga medis, yaitu dokter, perawat, dan sebagainya.

 

"Dimulai dari pelatihan, kemudian persiapan mulai dari pendataan, sasaran, dan seterusnya. Alhamulillah karena di NU ini ada banom-banomnya, jadi mempermudah untuk pendataan," ungkapnya.

 

Sementara, teknis vaksinasi menurut dr Syifa, diawali dengan pengecekan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (KTP). Tiap 50 orang bergantian selama satu jam, dari skrining, pengecekan tensi, vaksinasi, hingga observasi pasca vaksin.

 

Jumlah tenaga medis yang diturunkan ada puluhan, ditambah tenaga non medis guna mengarahkan calon yang akan divaksin. Ditambah pengamanan, agar tidak terjadi kerumunan.

 

 

"Satu hari ini, insyaallah bisa. Karena timnya banyak. Timnya tenaga medis ada 30. Kalau non medis sekitar 20 sampai 25," ungkapnya.

 

 

Editor: Romza


Editor:

Malang Raya Terbaru