• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 2 Oktober 2022

Metropolis

Wamenag Harap Guru di Sidoarjo Tingkatkan Inovasi dan Kreativitas

Wamenag Harap Guru di Sidoarjo Tingkatkan Inovasi dan Kreativitas
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi (dua dari kanan), saat di Sidoarjo. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi (dua dari kanan), saat di Sidoarjo. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi menuturkan, guru yang mempunyai modal kecerdasan selalu diharapkan mentransformasi ilmu yang bermanfaat. Untuk itu, guru senantiasa dituntut meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam melakukan proses belajar mengajar.


Penegasan itu disampaikan saat memberi pengarahan dan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kabupaten Sidoarjo yang dipusatkan di Ruang Guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sidoarjo, Sabtu (13/08/2022).


“Saya pernah mengajar sebagai guru selama 11 tahun. Dari situ saya tahu tuntutan guru adalah bagaimana menjawab tantangan masyarakat,” ujarnya.


Untuk itu, inovasi dan kreativitas guru itu diperlukan agar tidak mengecewakan masyarakat. Ia meyakinkan, kualitas madrasah di lingkungan Kemenag telah mampu menjawab tantangan itu. Baik dalam kompetisi dalam mendidik maupun dalam membekali keilmuan untuk menerapkan hasil belajar dalam bersosial di lingkungan masyarakat.


“Hal ini dimaksudkan untuk menghadapi bonus demografi dalam rangka menyiapkan generasi Indonesia Emas tahun 2045 mendatang,” tuturnya.


Zainut Tauhid mengingatkan, agar ASN Kemenag hendaknya dapat menjaga kerukunan dan persatuan antar umat beragama menjelang datangnya tahun politik.


“Saya tegaskan, menjelang tahun politik, jangan sampai gara-gara berbeda pandangan, suami-istri bertengkar, tetangga tidak berteguran. Kita sebagai penghulu, penyuluh agama, atau guru, musti menjaga kerukunan dan perdamaian antar umat beragama,” harapnya.

 

Dijelaskan, menjaga persatuan penting karena hidup di lingkungan masyarakat yang majemuk atau berbeda-beda, baik itu adat-istiadat, bahasa, suku, dan agama. Di dalam masyarakat yang majemuk ini ASN harus memberikan pemahaman yang moderat.


Ia menyebutkan, Kemenag memiliki program prioritas yaitu moderasi beragama. Menurutnya, moderasi yang dimaksud adalah memoderasi perilaku dan cara umat dalam menjalankan agamanya.


“Hal tersebut supaya tidak menjadi ekstrimis kiri maupun kanan, dalam kata lain tidak radikal juga tidak liberal,” pungkasnya.


Tampak hadir dalam acara ini, di antaranya Kepala Kemenag Sidoarjo Moh Arwani dan jajarannya, Kepala MTsN 1 Sidoarjo Achmad Saifulah, para Kepala KUA, Kepala Madrasah, penghulu, penyuluh, guru, serta ASN di lingkungan Kemenag Sidoarjo.


Metropolis Terbaru