• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 8 Desember 2022

Metropolis

Pimpin Pergunu Sidoarjo, Ini Rencana Program Mochammad Fuad Nadjib

Pimpin Pergunu Sidoarjo, Ini Rencana Program Mochammad Fuad Nadjib
Mochammad Fuad Nadjib
Mochammad Fuad Nadjib

Sidoarjo, NU Online Jaim

Mochammad Fuad Nadjib terpilih menjadi Ketua Piminan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama  (Pergunu) Sidarjo. Ia mengantikan Abdul Mujib yang mengundurkan diri karena menjadi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo.

 

Keputus itu diambil oleh Abdul Mujib atas dasar Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT) pasal 51 ayat 2 tentang rangkap jabatan. Hal ini dituangkan dalam surat pengunduran diri yang ditanda tangani oleh Abdul Mujib pada tanggal 31 Januari 2022 lalu.   

 

“Ya intinya tadi ingin musyawarah mufakat. Akan tetapi ada beberapa usulan untuk voting. Akhirnya dari voting Pengurus Harian PC Pergunu Sidoarjo saya terpilih,” ujar Mochammad Fuad kepada NU Online Jatim, Jumat (11/02/2022).

 

Dari 12 orang PH Pergunu Sidoarjo, alumni Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang ini mendapat 7 suara. Sedangkan Joko Siswanto 2 suara, Mohamad Fathoni 2 suara dan Muhammad Lutfi 1 suara.

 

Setelah terpilih, Mochammad Fuad langsung akan mengurus legalitas Pergantian Antar Waktu (PAW) yang baru saja terbentuk.

 

“Lalu silaturahim kepada PCNU sebagai organisasi induk untuk menentukan gagasan-gagasan yang efisien dan efektif untuk Pergunu Sidoarjo kedepan. Serta nantinya bisa bersinergi dengan PCNU, baik di lembaga atau badan otomonnya yang lain,” ungkap pria asli Candi, Sidoarjo tersebut.

 

Ia menjelaskan, Pegunu Sidoarjo akan menggagas terbentuknya Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Aswaja sebagai pilot project dari muatan lokal yang ada di lembaga pendidikan NU.

 

Oleh karena itu, Mochammad Fuad merasa Pergunu sangat perlu sinergitas dengan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif  dan Aswaja NU Center.

 

Karena kepengurusan PAW yang cukup pendek sampai 2024, maka dibutuhkan pergerakan yang cepat dan dinamis. Supaya agenda dan target-target yang akan dilakukan bisa terlaksana dengan baik.

  

“Tentunya kepengurusan PAW ini peningkatan kualitas dan kuantitas guru NU di Sidoarjo bisa ditingkatkan lebih baik lagi. Baik dari segi spititual, intelektual dan enterprenuer atau kemandirian para guru NU yang nantinya bisa juga mempunyai pengaruh pada kesejahteraan guru NU di Sidoarjo,” pungkasnya. 


Editor:

Metropolis Terbaru