• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 10 Agustus 2022

Metropolis

Waspadai Pancaroba, LPBINU Jatim dan Enesis Bantu Pesantren di Surabaya

Waspadai Pancaroba, LPBINU Jatim dan Enesis Bantu Pesantren di Surabaya
KH Mas Kamil Thabrani atau Gus Kamil (kanan) didampingi Gus Ariful Haq menerima bantuan untuk kekebalan tubuh di masa pancaroba. (Foto: NOJ/ISt)
KH Mas Kamil Thabrani atau Gus Kamil (kanan) didampingi Gus Ariful Haq menerima bantuan untuk kekebalan tubuh di masa pancaroba. (Foto: NOJ/ISt)

Surabaya, NU Online Jatim

Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jawa Timur mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya di masa pancaroba. Yakni dari musim penghujan ke musim kemarau saat ini.

 

"Perubahan iklim merupakan ancaman yang serius terhadap kelangsungan manusia, alam dan ekosistemnya. Tenggelam atau hilangnya suatu pulau kecil merupakan salah satu fenomena yang akan pasti terjadi apabila dampak perubahan iklim tidak diantisipasi secara dini," kata Syaiful Amin, Jumat (28/05/2021).

 

Ketua PW LPBINU Jawa Timur tersebut mengemukakan bahwa dampak perubahan iklim bukan hanya akan dirasakan oleh wilayah pesisir, dengan naiknya air laut dan abrasi pantai. Namun, juga dapat mempengaruhi wilayah daratan yang berkaitan dengan perubahan musim tanam.

 

Hal itu, menurut Syaiful Amin, berdampak pada penurunan produksi pangan, kekeringan atau kemarau panjang. Sementara frekuensi dan intensitas hujan yang tidak stabil berdampak pada adanya potensi longsor dan banjir serta juga kebakaran hutan.

 

Guna mengantisipasi adanya dampak perubahan musim, pihaknya mengajak kerja sama dengan Enesis Group. Apalagi, di masa pandemi Covid-19 peran tiap sektor sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat Indonesia, khususnya di lingkungan pesantren.

 

Perhatikan Pesantren

Bersama Plossa dari Enesis Group menyampaikan bantuan kepada para santri pondok pesantren legendaris di Surabaya, Pondok Pesantren At-Tauhid Sidoresmo.

 

Di pesantren ini diterima sang pengasuh, KH Mas Kamil Thabrani (Gus Kamil) didampingi Gus Ariful Haq. Kedua mewakili KH Mas Mansur Tolchah, di tengah kesibukannya dalam sejumlah aktivitas.

 

Pada kesempatan itu, diberikan bantuan berupa Amunizer Vitamin C 1000Mg Sachet sebanyak 2.160 atau 5 karton dan Plossa inhaler Aromaterapi sebanyak 720 buah.

 

"Kami menyadari, di masa pandemi ini peran tiap sektor sangat dibutuhkan untuk membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 baik di lingkungan masyarakat maupun lingkungan pendidikan, khususnya di pesantren-pesantren, yang aktif setiap harinya," tutur Minggus Hadinata, Brand Activity Executive (BAE) East Java PT Sari Enesis Indah.

 

Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu mencegah penyebaran Covid-19 di pesantren-pesantren di Jawa Timur yang jumlahnya terbanyak di Indonesia.

 

Plossa-Amunizer Peduli Santri

Pada kesempatan itu, Minggus Hadinata, Brand Activity Executive (BAE) East Java PT Sari Enesis Indah, menjelaskan, pihaknya sangat peduli terhadap pelaksanaan proses pendidikan pesantren di Jawa Timur. Karena itu, selama pandemi Covid-19, sebanyak 18 pondok pesantren menjadi sasaran kepeduliannya agar para santri tetap belajar dengan baik, karena imunitas kesehatannya terjaga dengan baik.

 

"Kami menyadari, di masa pandemi ini peran tiap sektor sangat dibutuhkan untuk membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 baik di lingkungan masyarakat maupun lingkungan pendidikan, khususnya di pesantren-pesantren, yang aktif setia harinya," tutur Minggus Hadinata.

 

Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu mencegah penyebaran Covid-19 di pesantren-pesantren di Jawa Timur yang jumlahnya terbanyak di Indonesia.

 

Menurutnya, bantuan plossa yang disalurkan ke pesantren ini bisa menjadi solusi mencegah penyebaran virus.  

 

"Plossa inhaler ini memiliki fungsi yang bisa melegakan saluran pernafasan. Caranya dioleskan di kain bagian luar masker tiga kali setiap 15 menit sekali, mampu mengusir virus dan napas menjadi plong, karena memiliki kandungan menthol," kata Minggus, seraya menambahkan, Plossa ada 3 varian, yang salah satu variannya (Plossa Hijau) mengandung eucalyptus.

 

Sedang Amunizer merupakan minuman herbal alami, yang di dalamnya terkandung buah aldeberry dan zinc yang berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh secara maksimal, agar tidak gampang sakit.

 

"Jadi lebih  dari  vitamin C biasa," tutur Minggus, menambahkan, Plossa mini dan Amunizer sudah bisa dibeli di supermarket, apotek dan toko-toko terdekat.

 

Kandungan Zat Aktif Eucalyptol

Seperti diketahui, Badan Litbang Kementerian Pertanian berhasil melakukan uji lanjutan terhadap eucalyptus. Hasilnya, zat aktif Eucalyptol dapat menjadi pilihan pengobatan yang potensial, karena berdasarkan hasil uji molekuler docking mampu mengikat Mpro pada virus SARS-CoV-2 sehingga sulit bereplikasi.

 

Daun eucalyptus memang sudah dikenal sejak lama memiliki banyak khasiat dalam meredakan penyakit seperti gejala batuk, pilek, hidung tersumbat dan penyakit lainya. Eucalyptus sudah banyak digunakan dalam pengobatan di Cina, India, Yunani dan eropa selama ribuan tahun sebagai produk minyak angin, aromaterapi dan balsem. Dalam produk Plossa terdapat kandungan eucalyptus. Yakni, Plossa Minyak Angin Aromaterapi Eukaliptus.

 

Eucalyptus adalah jenis tanaman asli benua Australia, namun saat ini tanaman eucalyptus sudah banyak tumbuh diberbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Hingga Saat ini ada lebih dari 400 spesies eucalyptus yang berbeda.

 

Tanaman ini memiliki kulit kayu yang memiliki getah, tanaman ini memiliki batang yang panjang dan daun melingkar yang daunya sulit dicerna jika dimakan secara utuh. Tanaman eucalyptys memiliki khasiat yang berasal dari minyak atsiri, minyak ini berasal dari daun eucalyptus, daun ini kemudian dikeringkan, lalu dihancurkan dan selanjutnya disuling untuk mendapatkan minyak esensial. Nah minyak inilah yang digunakan sebagai parfum, antiseptic, bahan kosmetik dan lain-lain.

 

Daun Eucalyptus yang diproses dengan disuling akan menghasilkan minyak yang tidak berwarna namun memiliki aroma yang kuat, minyak ini mengandung 1,8 – cineole yang biasa juga dikenal sebagai eucalyptol.

 

Pondok Pesantren Bersejarah di Surabaya

Pada kesempatan itu, KH Mas Kamil Thabrani (Gus Kamil) menyampaikan syukur atas dukungan kepada para santrinya dari Enesis Grup.

 

"Dalam kondisi apa apun, para santri tidak boleh berhenti belajar dan menuntut ilmu. Karena itu, santri yang sehat menjadi perhatian penting kita bersama. Untuk itu, kami sangat berterima kasih atas bantuan dari Yayasan Enesis Indonesia," tuturnya.

 

Pondok Pesantren Islam At-Tauhid berawal dari salah satu pewaris perjuangan dan keturunan pendiri Pondok Pesantren Sidoresmo. Didirikan KH. Mas Ahmad Tholhah Bin Abdulloh Sattar, yang lahir di Surabaya pada 12 Desember 1919 M. Sosok yang memiliki tekad pengabdian sepanjang hidup.

 

"Hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk mengabdikan diri dalam perjuangan Izzul Islam wal Muslimin. Pada masa mudanya beliau aktif dalam perang gerilya bersama-sama tentara Hizbullah dan Pasukan Panglima Besar Jenderal Soedirman," tutur Gus Kamil.


Editor:

Metropolis Terbaru