• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Pantura

Aksi Kemanusiaan, Pelajar NU di Bojonegoro Gelar Donor Darah

Aksi Kemanusiaan, Pelajar NU di Bojonegoro Gelar Donor Darah
Ketua PR IPNU Sumberarum, Bojonegoro saat mendonorkan darahnya. (Foto: NOJ/Luluk NR).
Ketua PR IPNU Sumberarum, Bojonegoro saat mendonorkan darahnya. (Foto: NOJ/Luluk NR).

Bojonegoro, NU Online Jatim

Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumberarum mengadakan donor darah. Acara yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat tersebut dipusatkan di Balai Desa Sumberarum, Dander, Bojonegoro, Ahad (29/08/2021).

 

Kegiatan bertajuk ‘Setetes Darah Perjuangan Berjuta Harapan’ ini juga melibatkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (Stebia) Al-Rosyid Bojonegoro.

 

Ketua PR IPNU Sumberarum, M Fachrudin mengatakan, adanya kegiatan donor darah ini merupakan sebentuk aksi kemanusiaan di tengah situasi pandemi Covid-19. Diharapkan dengan donor darah ini nantinya dapat membantu warga yang membutuhkan.

 

"Sebab, sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi manusia lainnya. Oleh karenanya, kegiatan ini merupakan upaya kami untuk mewujudkan hal tersebut," tutur Fachrudin.

 

Fachrudin menyebutkan, bahwa kegiatan tersebut menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Terbukti, dengan pembatasan kepesertaan yang hanya dialokasikan untuk 50 orang. Rinciannya, lanjut Fachrudin, 20 oran pendonor, dan sisanya panitia dan petugas.

 

"Sebelum melakukan donor darah, peserta juga wajib melakukan screening terlebih dahulu untuk mengetahui apakah telah memenuhi persyaratan secara umum atau belum," imbuhnya.

 

Menurutnya, prinsip pembatasan dan penerapan prokes tersebut didasari peraturan pemerintah terkait Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang melarang masyarakat berkerumun.

 

 

"Sehingga kegiatan yang dimaksudkan untuk memberi bantuan ini, tidak menimbulkan persoalan baru sebab melanggar protokol kesehatan," pungkasnya.

 

Editor: A Habiburrahman


Pantura Terbaru