• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 18 Juni 2024

Pantura

LAZISNU Jatim Gelontorkan Zakat Produktif Komitmen Entas Kemiskinan Ekstrem

LAZISNU Jatim Gelontorkan Zakat Produktif Komitmen Entas Kemiskinan Ekstrem
Penyaluran bantuan modal usaha oleh LAZISNU Jatim guna entaskan kemiskinan ekstrem. (Foto: NOJ/ Dok. LAZISNU Jatim)
Penyaluran bantuan modal usaha oleh LAZISNU Jatim guna entaskan kemiskinan ekstrem. (Foto: NOJ/ Dok. LAZISNU Jatim)

Tuban, NU Online Jatim

Kemiskinan ekstrem menjadi konsentrasi pemerintah dan sejumlah lembaga filantropi. Termasuk di antaranya Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim. Pengentasan kemiskinan ekstrem terus dilakukan oleh LAZISNU PWNU Jatim dengan program Bina Desa Nusantara.

 

“Program Bina Desa Nusantara merupakan program LAZISNU PWNU Jatim sejak 2021 lalu. Pada tahun ini program ini dikonsentrasikan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di seluruh Jawa Timur,” kata Sekretaris LAZISNU PWNU Jatim, Moch Rofi’i Boenawi, saat memberikan sambutan di kantor MWC NU Jenu, Tuban, Ahad (5/5/2024).

 

Rofi’i Boenawi menambahkan, program ini diawali di daerah Pantura, yaitu Bojonegoro dan Tuban. Di Bojonegoro ada lima penerima manfaat di Desa Cancung, dan Tuban ada delapan orang di Desa Jenu serta Desa Grabagan. Semua penerima manfaat diberi bantuan modal usaha atau perlengkapan usaha.

 

“Kami mengirim data kemiskinan ekstrem yang dikeluarkan oleh Bappeda Provinsi Jatim, data itu disurvey oleh LAZISNU PCNU setempat untuk ditentukan siapa penerima manfaatnya,” terang pria kelahiran Surabaya ini.

 

Ia mengatakan, program ini kolaborasi antara LAZISNU PWNU Jatim, MTT (Majelis Telkomsel Taqwa) dan LAZISNU PCNU serta LAZISNU di tingkat kecamatan dan desa. “Program ini hanya pancingan, LAZISNU PCNU bisa mengembangkan program ini dengan cara memberikan perhatian, pendampingan dan pengawalan kepada penerima manfaat,” ujarnya.

 

Dirinya menyebutkan, hal ini menjadi PR bagi Pengurus LAZISNU di tingkat kecamatan maupun cabang untuk pendampingan dalam perihal mengelola dan manajemen pasar dalam mencapai keberhasilan usaha agar bisa berorientasi dalam membangun kemandirian umat.

 

“Keberhasilan program pengentasan kemiskinan ekstrem ini tergantung pada LAZISNU Ranting dan MWC. Saya titip agar para penerima manfaat ini betul-betul dikawal pasarnya, jangan hanya dibantu tapi tidak dibina dengan baik,” ujar alumnus Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo ini.

 

Sementara itu, Ketua LAZISNU PCNU Tuban, Joko Hadi Purnomo mengatakan, bantuan yang diberikan kepada 8 penerima mulai dari pedagang kelontong, siomay, sampai jual beli ayam kampung keliling.

 

Penerima bantuan ini sudah sesuai data pemerintah tergolong dalam miskin ekstrem. “Penerima manfaat Grabagan 4 orang dan Jenu 4 orang total 8 orang, masing-masing dapat 1,5 juta dengan dibelikan bahan inventarisasi dan modal kerja,” pungkasnya.


Pantura Terbaru