• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Parlemen

Atasi Banjir Tahunan di Wilayah Mojokerto, Anggota FPKB Lakukan Sidak

Atasi Banjir Tahunan di Wilayah Mojokerto, Anggota FPKB Lakukan Sidak
Komisi D DPRD Jawa Timur bergerak untuk menyidak lokasi banjir. (Foto: NOJ/sn)
Komisi D DPRD Jawa Timur bergerak untuk menyidak lokasi banjir. (Foto: NOJ/sn)

Mojokerto, NU Online Jatim

Intensitas curah hujan di beberapa kawasan Jawa Timur pada bulan Februari 2021 masih terus meningkat. Tak ayal, fenomena ini mengakibatkan debit air sungai meningkat sampai meluap ke rumah-rumah warga. Kabupaten Mojokerto adalah salah satu wilayah yang terdampak tingginya curah hujan cukup parah. Ratusan rumah warga dan ratusan hektare sawah di Desa tempuran, Kecamatan Sooko digenangi banjir selama 15 hari.

 

Atas dasar tersebut, Komisi D DPRD Jawa Timur bergerak untuk menyidak lokasi tersebut pada Senin (08/02/2021). Segenap elemen seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Alam Jawa Timur, dan Perum Jasa Tirta (PJT) 1, dan perangkat desa setempat turut hadir dalam pertemuan ini.

 

“Banyak permasalahan yang terungkap dan harus segera ditangani untuk menyelesaikan persoalan banjir di Desa Tempuran yang lokasinya berada di bagian hilir sungai Watudakon,” kata Masduki, Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur.

 

Dalam pertemuan tersebut, warga juga berharap adanya penambahan klep sungai Avour Watudakon dan Avour Jomblok, sehingga debit air sungai dapat terpantai secara berkala.

 

“Warga juga berharap adanya jalur sudetan aliran sungai supaya aliran air tidak terpusat di Desa Tempuran,” terang politisi asal Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Jatim.

 

Dirinya juga menjelaskan sejumlah solusi untuk mengatasi banjir di wilayah Kabupaten Mojokerto.

 

“Untuk menangani masalah ini, ada beberapa hal yang kami tawarkan, antara lain pembangunan tanggul di aliran sungai yang dekat dengan pemukiman. Serta perlunya normalisasi sungai dengan pembuatan pintu penyaringan sampah dan pompa penyedot air,” jelasnya.

 

Selain itu, Masduki juga meminta agar masyarakat setempat bekerja sama untuk menjaga kebersihan sungai.

 

“Gerakan jogokali dan gotong royong dari semua pihak harus dilaksanakan untuk membersihkan sungai dari sampah rumah rumah tangga maupun enceng gondok,” pungkasnya


Parlemen Terbaru