• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Parlemen

DPRD Jatim Anggap Sekolah se-Jatim Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

DPRD Jatim Anggap Sekolah se-Jatim Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka
Hikmah Bafaqih, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim. (Foto: NOJ/Totok)
Hikmah Bafaqih, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim. (Foto: NOJ/Totok)

Surabaya, NU Online Jatim

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih sebut persiapan pemberlakuan pembelajaran tatap muka di sekolah di Jatim sudah bagus.

 

Ia menilai berbagai persiapan sudah dilakukan pihak sekolah, seperti sekolah SMKN 1 Singhosari Malang misalnya. Berbagai alat kesehatan, seperti tersedianya westafel untuk cuci tangan, alat pengecek suhu tubuh hingga posisi bangku sudah disiapkan. 

 

"Pemberlakukan tatap muka secara terbatas, kami yakin persiapan sekolah sudah sangat bagus. Karena kemarin Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang direfocusing itu sebagiannya digunakan untuk mempersiapkan proses ini. Baik penyediaan wastafel dan sebagainya," kata Hikmah Bafaqih, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Jumat (28/05/2021).

 

Meski demikian, Hikmah menyebut masih adanya problem yang perlu menjadi perhatian bersama. Seperti perjalanan siswa-siswi menuju sekolah hingga pulang. Hal itu menjadi tanggung jawab orang tua untuk tidak dilepas begitu saja.

 

"Jangan dianggap ini masa berakhirnya pandemi. Kami khawatir para orang tua beranggapan pandemi sudah berakhir dan mengabaikan anak-anak berangkat dan pulang ke sekolah. Takutnya kalau setelah sekolah masih keluyuran, ini tambah ruwet," terang politisi asal Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) ini.

 

Di luar soal protokol kesehatan, Hikmah meminta agar sekolah memperhatikan perubahan perilaku yang terjadi pada anak-anak. Satu tahun lewat tidak sekolah dan belajar daring dengan tinggal di rumah yang penuh gesekan. 

 

“Itu pasti muncul perubahan perilaku. Nah, ini juga harus direspons," imbuhnya.

 

Menurut Hikmah, pembelajaran yang ideal itu menjadikan situasi riil anak-anak sebagai sumber belajar. Artinya, situasi terkini anak-anak dengan perubahan perilaku yang mereka alami harus direspons.

 

Oleh sebab itu, saran komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat ini pihak sekolah melakukan assassment secara gradual. Para guru yang memiliki peminatan khusus terhadap konseling bisa diminta oleh sekolah untuk melakukannya.

 

"Assassment perubahan perilaku itu ada portofolionya yang bisa diunduh di internet,”pungkasnya.


Parlemen Terbaru