• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 4 Februari 2023

Parlemen

Ketua F-PKB Jatim: Jangan Ajari Bangsa Ini Balas Dendam

Ketua F-PKB Jatim: Jangan Ajari Bangsa Ini Balas Dendam
Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Fauzan Fuadi. (Foto: NOJ/Ist).
Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Fauzan Fuadi. (Foto: NOJ/Ist).

Surabaya, NU Online Jatim

Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Fauzan Fuadi memberikan pernyataan atas tindakannya merespons insiden pelabrakan yang dilakukan orang tua pedangdut Ayu Ting Ting (ATT) ke salah satu haters asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

 

Fauzan mengatakan, tidak ada maksud lain dalam pembelaannya itu selain membantu warga. Apalagi pihak yang ia bantu notabene adalah konstituennya.

 

"Saya hanya berusaha membantu konstituen. Tidak bermaksud pansos atau lainnya. Saya tidak ingin jadi artis. Tidak ingin jadi Gubernur atau Presiden. Jadi, buat apa pansos?" kata Fauzan kepada NU Online Jatim, Selasa (03/08/2021).

 

Lebih lanjut, Bendahara DPW PKB Jawa Timur ini menegaskan, tindakan yang dilakukannya ini bukan karena ingin ikut campur urusan orang lain. Ia menganggap dirinya sah untuk turun tangan. Sebab, tindakan orang tua ATT berlebihan dengan  memposting dan memviralkan foto keluarga haters. Sehingga, kasus ini jadi kasus publik, bukan lagi kasus pribadi.

 

"Fans ATT ada yang bilang saya ikut campur urusan orang lain. Justru sejak ortu ATT memposting foto ortu KD dan anaknya yang yatim itu di sosmed, maka kasus ini sudah menjadi ranah publik. Siapapun bebas merespons. Apalagi mereka konstituen saya dan saya mempunyai tugas dan kewajiban untuk memberlanya," ujarnya.

 

Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim ini mengaku sudah sejak awal menyarankan agar pihak ATT sebagai publik figur tidak memperpanjang masalah ini dengan memaafkan KD. Yakni dengan bersikap lapang dada seperti yang dicontohkan Rasulullah dan tokoh nasional lainnya.

 

"Ingatlah kisah pengemis buta dan Yahudi yang sering membully Rasulullah dengan sebutan tukang sihir dan sebagainya. Rasulullah membalas bullyan tersebut dengan kelembutan dan kasih sayang. Itu juga yang dilakukan oleh Gus Mus (KH Musthofa Bisri) ketika dimaki-maki oleh oknum beberapa waktu silam. Harusnya ortu ATT mengerti, berlian tidak akan menjadi sampah gara-gara bullying. Jangan ajari bangsa ini balas dendam," tuturnya.

 

Kendati demikian, lanjut Fauzan, perilaku bullying yang dilakukan KD dilihat dari sisi manapun tidak dapat dibenarkan. Namun dalam hal ini, ia menganggap orang tua ATT tidak sepenuhnya benar, karena telah melibatkan orang yang tidak mengetahui kasus tersebut, apalagi sampai ingin menahannya sebagai jaminan.

 

"Dalam kasus ini, baik KD atau ortu ATT hakikatnya sama-sama tidak patut dicontoh. Bedanya, KD secara ksatria mengakui kesalahannya, sementara ortu ATT masih ngeyel. Bahkan mengatakan orang lain berhati iblis, dajjal, dan akan memenjarakan ortu KD sebagai jaminan agar KD pulang," kata mantan Aktivis PMII ini.

 

Sebelumnya diketahui, orang tua ATT, Abdul Rozaq dan Umi Kalsum mendatangi rumah hatersnya, Kartika Damayanti (DK) di Desa Tondomulo Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro.

 

Kedatangannya ini membuat heboh warga sekitar rumah orang tua KD, karena turut membawa aparat kepolisian. Sayangnya Abdul Rozaq dan Umi Kalsum hanya bertemu orang tua KD. Karena KD sudah tujuh tahun berada di Singapura.

 

Editor: A Habiburrahman


Parlemen Terbaru