• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 30 Juni 2022

Parlemen

Komisi E DPRD Jawa Timur Kukuh Dukung Pembelajaran Tatap Muka 

Komisi E DPRD Jawa Timur Kukuh Dukung Pembelajaran Tatap Muka 
Komisi E DPRD Jawa Timur mendesak pembelajaran tatap muka untuk MA/SMA/SMK segera diberlakukan. (Foto: NOJ/LKi)
Komisi E DPRD Jawa Timur mendesak pembelajaran tatap muka untuk MA/SMA/SMK segera diberlakukan. (Foto: NOJ/LKi)

Surabaya, NU Online Jatim
Komisi E DPRD Jawa Timur konsisten mendukung pembelajaran tatap muka untuk jenjang SMA/SMK. Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Komisi E, Hikmah Bafaqih. Menurutnya saat ini pembelajaran masih mungkin dilakukan kendati Covid-19 varian Omicron telah masuk di Jatim. 
 

"Nanti Satgas Covid-19 Jawa Timur akan melakukan pengkajian-pengkajian. Seandainya dalam situasi tertentu dianggap tidak terlalu aman, pasti akan di evaluasi kembali. Untuk kali ini Komisi E masih tetap mendukung pembelajaran tatap muka," kata Hikmah, Kamis (06/01/2022). 
 

Anggota Fraksi PKB Jatim menuturkan, banyak yang harus dipersiapkan bagi siswa pada jenjang pendidikan SMA/SMK untuk melanjutkan pada jenjang selanjutnya, seperti ke perguruan tinggi maupun ke dunia usaha. Pada jenjang pendidikan tersebut, pembelajaran daring dirasa kurang maksimal untuk mempersiapkannya. 
 

"Ada banyak konsepsi, ada target capaian untuk persiapan mereka masuk di perguruan tinggi maupun dunia kerja. Itu akan sulit tercapai jika pembelajaran daring diperpanjang," paparnya. 
 

Siswa jenjang SMA/SMK jika dilakukan PTM menurutnya masih relatif aman, apalagi sudah melalui proses vaksinasi. Jika daring tetap dilakukan, tidak ada yang bisa menjamin pelajar di usia tersebut tetap berdiam di rumah. 
 

"Dengan logika, kendati melakukan daring mereka juga belum tentu ada di rumah juga. Karena mereka berada pada usia dimana orang tua tidak sepenuhnya berkuasa dalam mengatur jadwal aktifitas mereka," ujarnya. 
 

Politisi asal Malang ini mengaku sepemahaman dengan banyak orang tua terkait efektifitas pendidikan anak-anaknya. Ia katakan, banyak orang tua yang merasa lebih aman jika anak-anak memiliki penggunaan waktu yang jelas di sekolah.
 

"Daripada hanya keluyuran di luar," tegas mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini. 
 

Pola hidup yang selama pembelajaran daring juga sudah mengkooptasi siswa ketergantungan terhadap gadget. Hal tersebut juga harus diperhatikan, perubahan perilaku demikian sesegera mungkin harus dihentikan, solusinya PTM harus dilakukan. 
 

Perubahan perilaku karena pembelajaran daring ini terlampau susah dalam merespons. Jika tidak segera masuk, anak-anak menjadi lebih malas, termasuk mager ketergantungan pun terlampau tinggi kepada gadget, ketergantungan terhadap gadget ini berbahaya. 
 

“Kita mengubah kembali, mereka kembali taat aturan memiliki ritme hidup yang disiplin," ujarnya.


Editor:

Parlemen Terbaru