• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Parlemen

Makna Peran Kartini di Era Pandemi Covid-19

Makna Peran Kartini di Era Pandemi Covid-19
RA Kartini. (Foto: NOJ/tn)
RA Kartini. (Foto: NOJ/tn)

Surabaya, NU Online Jatim

21 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kartini. Hal tersebut bukan tanpa alasan, melainkan sebagai kilas balik perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan hak-hak kaum perempuan yang tertinggal saat itu.

 

Di era pandemi Covid-19 yang memasuki tahun kedua ini, peran perempuan semakin dibutuhkan di berbagai sektor. Karena seperti diketahui bersama, bahwa pandemi hampir meluluhlantahkan berbagai sendi kehidupan manusia. Menurut Anik Maslachah, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur mengatakan bahwa perempuan harus bisa berdaya dalam segala hal.

 

“Memaknai peran kartini di saat pandemi tahun kedua ini, bagaimana perempuan bisa berdaya dalam segala hal,” katanya, Rabu (21/04/2021).

 

Anik mengungkapkan, bahwa perempuan tetap harus menjadi ibu bagi anak-anaknya, meski disibukkan dengan banyak aktivitas public.

 

“Ibu harus menyediakan waktu bagi keluarga, karena sentuhan kasih sayang ibu tidak tergantikan. Ibu menjadi guru pertama dan utama untuk anak-anaknya. Banyak keberhasilan anak-anak diawali dari keluarga berkualitas. Kualitas peran bukan diukur dari seberapa banyak waktu yang digunakan dengan keluarga, tapi bagaimana waktu yang ada itu bermanfaat,” ungkapnya.

 

Kendati demikian, perempuan juga perlu beraktivitas sosial. Sehingga memperkaya pengalaman yang bisa bermanfaat dalam pengelolaan hidup yang sehat dan bermartabat.

 

“Seringkali perempuan yang beraktivitas soaial lebih punya daya tahan ketimbang berfungsi domistik saja,” ujar Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

 

Politisi asal Sidoarjo itu menambahkan, bahwa dalam merespons perubahan dinamika hidup saat pandemi ini, perempuan dituntut untuk menjadi warga terdidik yang selalu belajar setiap saat. Sehingga ketika aktivitas pendidikan masih daring, seorang ibu bisa menjadi guru bagi anak-anaknya secara terarah.

 

“Sebab tidak dinafikkaan akibat belajar di rumah, angka kekerasan pada anak yang dilakukan orang terdekatnya kian tinggi. Pun juga kenakalan anak juga makin tak terbendung,” tambahnya.

 

Peran lain yang tidak kalah penting bagi perempuan di keluarga adalah sebagai manajer keuangan. Karena saat dampak pandemi Covid-19 sangat berdampak pada ekonomi keluarga.

 

“Literasi keuangan sangat penting dimana perempuan harus mampu mengatur berdasarkan kebutuhan skala prioritas agar tetap harmonis dalam keluarga,” terangnya.

 

Kesehatan dalam keluarga juga menjadi perhatian penting bagi perempuan. Karena kesehatan keluarga bermula dari sejauh mana peran ibu merawat kesehatan dirinya dan keluarganya.

 

“Oleh karena itu, perempuan harus punya literasi kesehatan yang mumpuni,” pungkasnya.


Parlemen Terbaru