• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 26 Juni 2022

Parlemen

Ratusan Ulama dan Habaib Padati Lokasi Acara Halal Bihalal Bareng Gus Muhaimin

Ratusan Ulama dan Habaib Padati Lokasi Acara Halal Bihalal Bareng Gus Muhaimin
Satu persatu tamu undangan mulai memadati lokasi acara. (Foto: NOJ/totok)
Satu persatu tamu undangan mulai memadati lokasi acara. (Foto: NOJ/totok)

Surabaya, NU Online Jatim

Undangan ulama dan habaib Jawa Timur satu persatu mulai datang dan padati acara Halal bi Halal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang digelar di Hotel Dyandra Surabaya, Ahad (22/05/2022).

 

Di lokasi acara gema tabuhan sudah mulai terdengar. Pihak panitia pun mulai sibuk mempersilakan tempat duduk bagi para undangan. 

 

Perlu diketahui, digelarnya acara tersebut salah satunya adalah untuk memanjatkan doa bersama sebagai respons atas kondisi krisis perdamaian yang terjadi pada dunia saat ini. 

 

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mengungkapkan, bahwa dunia saat ini sedang dilanda berbagai permasalahan. Sehingga harus menjadi bahasan fokus bersama untuk segera diselesaikan.

 

"Konflik Rusia dan Ukraina ini kalau tidak segera diselesaikan bisa berdampak serius pada Dunia. Imbasnya luar biasa. Saat ini saja ribuan warga Ukraina terpaksa mengungsi ke Eropa dan menjadi Homeless. Ini menjadi persoalan dunia yang harus segera diselesaikan,” kata Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar.

 

Selanjutnya, Gus Muhaimin turut memberikan sorotan atas konflik yang menimpa etnis minoritas Rohingya yang ada di Myanmar.

 

"Mereka adalah saudara-saudara kita juga. Bagaimana etnis minoritas Rohingya di Myanmar mengalami penderitaan akibat konflik berkepanjangan,” ungkapnya.

 

Gus Muhaimin berpesan bahwa Indonesia harus terlibat aktif dalam berbagai upaya untuk mewujudkan perdamaian dunia. Sebab, hal ini merupakan cita-cita kemerdekaan dan tujuan politik luar negeri Indonesia. 

 

"Dalam alenia keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, disebutkan bahwa bangsa ini harus bisa melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” pun


Parlemen Terbaru