• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Parlemen

Sidak Dermaga Gerak Situbondo, DPRD Jatim Optimis Ekonomi Sekitar Naik

Sidak Dermaga Gerak Situbondo, DPRD Jatim Optimis Ekonomi Sekitar Naik
Komisi D DPRD Jawa Timur melakukan sidak ke Dermaga Gerak Pelabuhan Jangkar, Situbondo. (Foto: NOJ/A Toriq)
Komisi D DPRD Jawa Timur melakukan sidak ke Dermaga Gerak Pelabuhan Jangkar, Situbondo. (Foto: NOJ/A Toriq)

Situbondo, NU Online Jatim

Komisi D DPRD Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke Dermaga Gerak (Movarible bridge/MB II) Pelabuhan Jangkar Kabupaten Situbondo, Jumat (07/01/2022). Sidak tersebut dilakukan Komisi D DPRD Jatim setelah sebelumnya Pelabuhan Jangkar diresmikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. 
 

Pelabuhan Jangkar ini direncakan dipakai untuk jalur Long Distance Ferry (LDF) atau pelayaran jarak jauh dari Pelabuhan Jangkar ke Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Diharapkan, dengan adanya rute baru itu, perekonomian Kabupaten Situbondo dan sekitarnya dapat terangkat. 
 

“Harapan saya memang pelabuhan makin berdaya, bagus dan besar. Apalagi dengan anggaran tidak sedikit dari gubernur mencapai Rp 107 miliar. Mudah-mudahan ini akan menaikkan great dari yang kemarin,” kata Ketua Komisi D, dr Agung Mulyono. 
 

Politisi dari Dapil Situbondo-Bondowoso-Banyuwangi itu berjanji akan mengawal penuh agar program pembukaan rute baru dan pembangunan jalur pelayaran rakyat di pelabuhan tersebut bisa direalisasikan pada tahun ini.  
 

“Intinya adalah tahun 2022 ada secercah harapan di pelabuhan baru. Dampaknya nanti Jawa Timur akan tersambung dengan NTT dan NTB. Kami di komisi D mendukung dan mendorong untuk realisasi,” tambahnya. 
 

Anggota Fraksi Demokrat itu berharap agar pembukaan rute baru tersebut bisa membangkitkan perekonomian masyarakat yang menurun akibat pandemi Covid-19. “Mudah-mudahan harapan masyarakat Jawa Timur akan tercapai dan langkah awal menjadi growth pertumbuhan ekonomi rakyat,” harap dia. 
 

Turut hadir dalam agenda sidak tersebut Wakil Ketua komisi D DPRD Jatim Mohammad Ashari, anggota DPRD Jatim Martin Hamonangan dan Satib. Setelah sempat berdiskusi, rombongan anggota legislatif juga meninjau dermaga gerak di pelabuhan tersebut. 
 

Sementara itu, Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Luhur mengatakan, pembukaan LDF ke NTT dan NTB akan berdampak bagus bagi perekonomian masyarakat Jatim. 
 

Pasalnya, pengiriman logistik yang dibutuhkan NTT dan NTB bisa dipangkas waktunya dan akan lebih menguntungkan. Selain itu, potensi pengiriman produk dari Situbondo dan sekitarnya juga akan lebih mudah, karena tidak akan melewati jalur Ketapang dan Bali. 
 

“Sehingga nanti kebutuhan masyarakat di NTT dan NTB bisa dipenuhi karena kapal nanti akan lebih besar. Suplai kebutuhan logistik akan terpenuhi dan tidak perlu lewat Ketapang dan Bali,” jelasnya. 
 

Selain membuka jalur LDF, Pelabuhan Jangkar sebelumnya juga melayani rute penyeberangan dari Situbondo ke kepulauan yang ada Kabupaten Sumenep. Di antaranya adalah Kangean, Massalembu dan Sapudi. Setiap harinya, ada satu kapal penyeberangan yang melayani rute ke tujuan tersebut. 
 

Sekadar diketahui, dermaga yang diresmikan Khofifah pada akhir tahun 2021 lalu tersebut merupakan dermaga gerak. Di mana jembatan yang dapat bergerak mengikuti pasang surut air laut. Sehingga kendaraan dapat berpindah tempat dari kapal ke dermaga dan sebaliknya. Dengan lokasi strategis dan aman terhadap gelombang berkedalaman hingga 20 meter dan tingkat sedimentasi yang rendah.


Editor:

Parlemen Terbaru