• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 28 Juni 2022

Parlemen

Ubaidillah Umar Minta Gubernur Siapkan Pansel Sekdaprov Jatim

Ubaidillah Umar Minta Gubernur Siapkan Pansel Sekdaprov Jatim
Anggota Komisi A DPRD Jatim, Ubaidillah Umar Soleh. (Foto: NOJ/A Toriq)
Anggota Komisi A DPRD Jatim, Ubaidillah Umar Soleh. (Foto: NOJ/A Toriq)

Surabaya, NU Online Jatim
Harapan disampaikan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk segera menyiapkan Panitia Seleksi (Pansel) untuk menunjuk Sekdaprov Jatim definitif. Sebab keberadaan Sekdaprov Jatim definitif sangat penting untuk menjalankan roda pemerintahan agar tidak menimbulkan implikasi hukum di kemudian hari, serta hambatan dalam penyerapan APBD Jatim 2022 mendatang.
 

“Segeralah dibentuk pansel untuk menyeleksi karena Jatim tidak pernah kekurangan PNS berprestasi,” kata anggota Komisi A DPRD Jatim Ubaidillah Umar Soleh, beberapa waktu berselang.
 

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim itu berharap setelah masa tugas PJ Sekdaprov Jatim Wahid Wahyudi habis, Gubernur Khofifah segera mengusulkan Sekdaprov Jatim definitif ke Kemendagri. Dia yakin bahwa banyak PNS Pemprov Jatim yang punya kapasitas untuk menduduki posisi sekdaprov Jatim. 
 

“Pansel harus memutuskan, menyeleksi orang sendiri saja kok tidak bisa,” kata anggota DPRD Jatim Dapil Bondowoso Situbondo Banyuwangi itu.
 

Menurut dia, berkaca pada tahun 2021 lalu tidak adanya sekdaprov Jatim definitif akan berdampak negatif pada pelaksanaan program-program APBD Jatim 2022 mendatang. Dia khawatir, ke depan banyak program pro rakyat yang akan mengalami banyak hambatan.
Selain itu, menurut dia, terlalu lama lamanya penunjukan jabatan Pj Sekdaprov Jatim dikhawatirkan membuat fungsi-fungsi organisasi Pemprov Jatim akan terganggu. 
 

“Bisa digarisbawahi ini sebagai bentuk ketaatan peraturan dan perundangan. Kalau Jatim menjadi contoh tidak baik maka akan menjadi contoh kabupaten kota lainnya,” tambahnya.
 

Lambatnya penunjukan Sekdaprov Jatim juga akan menimbulkan spekulasi negatif karena akan dihubungkan dengan peristiwa politik di tahun 2024 mendatang. 
 

“Kita tahu 2022 tahun politik sehingga banyak peristiwa yang dikaitkan dengan tahun politik. Karena ini mumpung masih tahun 2022 awal maka Gubernur harus menyadari bahwa kebutuhan Sekdaprov Jatim definitif adalah kebutuhan bersama,” pungkasnya.
 

Seperti diketahui, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melantik Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi sebagai Penjabat Sekdaprov Jatim menggantikan Heru Tjahjono pada 12 Januari 2022 lalu. Wahid Wahyudi akan menjadi Penjabat Sekdaprov Jatim selama 3 bulan sebelum Gubernur Jatim mempersiapkan pansel untuk menunjuk Sekdaprov Jatim definitif. 
 


Editor:

Parlemen Terbaru