• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Pemerintahan

Bupati Banyuwangi Ajak Kaum Muda Milenial Geluti Bisnis Pertanian

Bupati Banyuwangi Ajak Kaum Muda Milenial Geluti Bisnis Pertanian
Seminar Pemuda Bangga Bertani yang digelar Dinas Pertanian dan Pangan di Banyuwangi. (Foto: NOJ/MRB)
Seminar Pemuda Bangga Bertani yang digelar Dinas Pertanian dan Pangan di Banyuwangi. (Foto: NOJ/MRB)

Banyuwangi, NU Online Jatim
Untuk meningkatkan kualitas sektor pertanian, Banyuwangi melakukan berbagai upaya termasuk menciptakan generasi baru pelaku usaha pertanian. Pertanian terbukti sebagai sektor yang tangguh. Di masa pandemi, saat sektor lain mengalami pertumbuhan minus, sektor ini tetap tumbuh positif

 

“Pertanian bukan lagi sebuah pekerjaan remeh dan kotor. Melainkan peluang bisnis yang menjanjikan. Terlebih sudah ada teknologi modern, semuanya bisa dilakukan dengan efektif dan efisien,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dalam acara seminar Pemuda Bangga Bertani yang digelar Dinas Pertanian dan Pangan di Banyuwangi, Kamis (31/03/2022).

 

Dirinya menjelaskan, peserta mendapat berbagai materi menarik terkait kewirausahaan, marketing, digitalisasi, hingga kiat dan peluang berbisnis di sektor pertanian. Ini sebagai ikhtiar menarik minat generasi milenial agar terjun ke bisnis pertanian sekaligus meregenerasi pelaku usaha pertanian.

 

“Regenerasi pertanian sangat penting karena 61 persen petani di Indonesia berusia di atas 45 tahun,” jelasnya.

 

Tak hanya itu, Banyuwangi selama ini juga rutin menggeber program untuk meregenerasi petani milenial. Pemkab meluncurkan Jagoan Tani, program inkubasi pengusaha muda di sektor pertanian dan segala subsektornya.

 

“Diharapkan anak-anak muda mau melirik pertanian termasuk di dalamnya perkebunan, perikanan, peternakan. Kita dorong anak muda terjun ke dunia bisnis pertanian, sekaligus kita siapkan stimulus modalnya,” pungkasnya.

 

Kegiatan ini disambut positif oleh para peserta, salah satunya Aya Sofwa (24) pemilik usaha pupuk vermi kompos. Dia mengaku mendapat banyak wawasan baru dari seminar ini.

 

“Ilmu yang saya dapatkan banyak disini, termasuk management dan marketing yang memang sangat saya butuhkan untuk pengembangan bisnis saya,” ujarnya.

 

Aya merupakan salah satu finalis program Jagoan Tani 2021. Gadis berkerudung itu berhasil mengembangkan sendiri pupuk vermi kompos dan asam amino yang menjadi produk jualannya.

 

“Penjualanya masih lokal, kedepannya saya ingin memperluas pasar dengan teknik marketing yang saya dapat dari seminar ini,” harapnya.

 

Diketahui, luas lahan pertanian Banyuwangi mencapai 66.816 hektar. Kontribusi sektor pertanian terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) cukup besar, seperti tahun 2021 lalu mencapai 29,36 persen.

 

Seminar Pemuda Bangga Bertani ini diikuti 100 pemuda pegiat usaha pertanian se-Banyuwangi. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber seperti Direktur Poliwangi Pengembangan Pertanian Malang Dr. Setya Bughi Udrayana, Wakil Kepala Staf Presiden sekaligus Ketua OKK HKTI Handoko.

 

Hadir pula Sekretaris DPD HKTI Jawa Timur Warsito, Dekan Fakultas Pertanian dan Perikanan Untag Banyuwangi Ervina Wahyu, serta Ketua DPC HIPMI Banyuwangi Dede Abdul Ghany, dan Keynote Speaker Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah.


Editor:

Pemerintahan Terbaru