• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Pemerintahan

Wali Kota Madiun Siap All Out Dukung Program OPOP Jatim

Wali Kota Madiun Siap All Out Dukung Program OPOP Jatim
Wali Kota Madiun Maidi dalam acara Kopilaborasi Sambang Pesantren di Ponpes Al Mardliyyah Al Mujadadiyyah Madiun
Wali Kota Madiun Maidi dalam acara Kopilaborasi Sambang Pesantren di Ponpes Al Mardliyyah Al Mujadadiyyah Madiun

Madiun, NU Online Jatim 

Pemerintah Kota Madiun mendukung penuh Program One Pesantren One Product (OPOP) yang digadang Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Wali Kota Madiun Maidi menegaskan agar program tersebut harus segera berjalan di wilayahnya. Pasalnya, OPOP memberikan banyak manfaat, baik untuk santri maupun masyarakat.

 

“Ini program yang luar biasa ya. Disamping menghasilkan produk kebutuhan kota, melalui program ini skill santri semakin lengkap,” ucapnya usai Kopilaborasi Sambang Pesantren di Ponpes Al-Mujaddadiyah Kelurahan Demangan, Kamis (16/9/2021), dikutip dari https://madiunkota.go.id/

 

Karenanya, para santri tidak perlu khawatir usai lepas dari pondok kelak. Sebab, mereka bisa berdaya secara mandiri. Bahkan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi yang lain. Dengan ilmu entrepreneur yang dimiliki, wali kota optimis para santri mampu menciptakan produk yang kompetitif. Apalagi, mereka diuntungkan dari segi wilayah.

 

“Harga jual buah-buahan dari luar kota tentu mahal karena ada beban biasa pendistribusian. Sedang, mereka ini kan berproduksi di sini. Artinya, cost rendah. Harga jualnya juga bisa lebih murah. Tentu akan sangat bisa bersaing,” jelasnya.

 

Beragam dukungan akan diberikan pemerintah. Maidi menyebut akan melakukan kajian-kajian tentang apa yang dibutuhkan Kota Madiun. Kebutuhan itu akan dikoordinasikan dengan pondok pesantren untuk menentukan produk apa yang sekiranya tepat dan menjual.

 

Selain itu, beragam pelatihan juga akan diberikan untuk menambah skill para santri dalam mewujudkan satu pesantren satu produk tersebut. Pihaknya juga akan menyiapkan skema pemasaran. Salah satunya dengan menyediakan tempat-tempat berjualan yang strategis untuk produk para santri tersebut.

 

“Pemerintah harus hadir melengkapi apa yang sekiranya belum maksimal. Toh ini untuk anak bangsa. Pembangunan harus bermanfaat untuk anak bangsa,” pungkasnya.

 

Dalam giat Kopilaborasi Sambang Pesantren tersebut juga menghadirkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim dan Pimpinan Pondok Pesantren Al Mardliyyah Al Mujadadiyyah Madiun dalam dialog program Kopilaborasi OPOP, yang dihelat oleh Diskominfo Jawa Timur.


Pemerintahan Terbaru