• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Pendidikan

Hadapi UTBK SBMPTN, Psikolog UIN Malang: Sesekali Healing Melepas Penat

Hadapi UTBK SBMPTN, Psikolog UIN Malang: Sesekali Healing Melepas Penat
Ilustrasi healing di pantai bisa menjadi pilihan melepas penat. (Foto: NOJ/Madchan Jazuli).
Ilustrasi healing di pantai bisa menjadi pilihan melepas penat. (Foto: NOJ/Madchan Jazuli).

Malang, NU Online Jatim
Siswa yang belum lolos dalam jalur raport untuk masuk perguruan tinggi negeri pasti memilih jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Psikolog Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang (Maliki) Malang menyarankan healing atau penyembuhan untuk melepas penat sesekali.

 

Kaprodi Magister Psikologi UIN Maliki Malang, Dr Mohammad Mahpur mengatakan, siswa yang mendaftar pertama harus realistis dengan jurusan yang telah didaftar. Selanjutnya yang terpenting adalah meningkatkan belajar, serta tidak lupa memanajemen kesiapan mental.

 

"Bahasa sekarang healing ya, sekali-kali bermain untuk menurunkan ketegangan terhadap kekhawatiran," katanya kepada NU Online Jatim, Ahad (10/04/2022).

 

Pria yang juga Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang ini mengaku, dengan melepas penat berjalan-jalan, bermain, meluangkan waktu dengan teman, sahabat atau keluarga mampu mencairkan suasana. Sehingga ada variasi pengalaman, namun tetap diimbangi dengan belajar.

 

“Jika tidak ada variasi pengalaman, energi akan mengembang ke gelembung yang lebih besar sehingga lainnya tidak seimbang. Itu akan menjadi tekanan lebih berat dan lebih fokus pada gelembung lebih besar pada satu titik yaitu kecemasan,” ungkapnya.

 

Selanjutnya, cara yang lain bisa menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat. Mulai dari hobi olahraga, memasak bagi perempuan, atau mengikuti kegiatan di luar yang positif akan menambah semangat.

 

"Kata orang Jawa ben gak spaneng (agar tidak tegang), orang bermain membuat hati senang, ketawa, dan adrenalin terpakai," jelasnya.

 

Penasihat Gusdurian Malang ini mengungkapkan, dimanapun pendidikan tempat siswa belajar adalah penting. Akan tetapi, lebih penting dari itu yakni kemampuan untuk berjuang hidup, berkreasi dengan proses-proses yang kreatif adalah lebih penting. Sebab pendidikan dimanapun tidak masalah, yang penting kembali kepada orangnya.

 

"Banyak yang magister yang masih cari-cari pekerjaan, karena pengangguran. Jadi pendidikan disini juga sisi lain yang harus diperhatikan," paparnya.

 

Ia menjelaskan, ketika kondisi psikis masih down bisa dengan mencoba mengubah cara berfikir, dan menyeimbangkan emosinya. Bisa juga dengan mencari figur, tokoh atau melihat orang-orang disekitar yang menginspiratif.

 

"Mereka bisa menjadi contoh meskipun mereka tidak sesuai dengan impiannya tetap bisa sukses. Lihatlah orang-orang sukses baca cerita dan buku akan ketemu dinamika, juga pengalaman hidupnya bagaimana mereka bisa mengelola kegagalan," tandasnya.

 

Mahpur mencontohkan beberapa tokoh inspiratif seperti pengusaha Bob Sadino, Menteri Kelautan Susi Susanti dan seterusnya. “Bukan orang yang memiliki background pendidikan tinggi, tetapi dengan keuletan dan kegigihan,” pungkas Lulusan Doktoral Psikologi UGM ini.


Pendidikan Terbaru