• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 26 Mei 2022

Malang Raya

Heboh Soal Fetish Mukena, Psikolog UIN Malang Ungkap Cara Penyembuhannya

Heboh Soal Fetish Mukena, Psikolog UIN Malang Ungkap Cara Penyembuhannya
Ilustrasi foto model hijab di Kota Malang. (Foto: NOJ/Instagram).
Ilustrasi foto model hijab di Kota Malang. (Foto: NOJ/Instagram).

Malang, NU Online Jatim

Pekan ini jagat maya dihebohkan dengan merebaknya kasus penyelahgunaan foto  model perempuan berhijab atau Fetish Mukena. Diketahui, Fetisisme atau Fetishism dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan bangkitnya gairah seksual seseorang melalui suatu benda.

 

Untuk menyembuhkan kelainan ini, Dosen Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Fuji Astutik buka suara. Ia mengungkapkan, ada beberapa langkah untuk mengobati kelainan tersebut.

 

Langkah pertama perlu dilakukan diagnosa terhadap pengidap. Diognosa tersebut meliputi seberapa lama ia mengidap dan seberapa cepat rangsangan tersebut terjadi.

 

"Kita lihat apakah ini sudah terjadi lebih dari enam bulan atau tidak. Juga seberapa rangsangan yang terjadi. Semuanya itu harus kita ukur," kata Fuji Astutik dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (23/08/2021).

 

Selanjutnya ialah menganalisa penyebab kelainan itu terjadi. Kemudian dilakukan perbaikan persepsi atau mindset yang sudah tertanam di otak atau pikiran. Dengan ini, menurut Fuji Astutik, secara pelan-pelan kenangan yang tidak rasional tersebut dapat terhapus.

 

“Perbaikan mindset tersebut salah satunya dilakukan dengan membuat rasionalisasi dalam menempatkan sesuatu pada yang seharusnya, bukan pada benda mati,” ungkap pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Cabang Malang ini.

 

Lebih lanjut, Fuji Astutik mengatakan, bahwa yang dikatakan upnormal atau tidak normal ialah menempatkan sesuatu tidak sesuai pada tempat dan fungsi yang sebenarnya. Sama halnya dengan Fetish Mukena, yakni ketertarikan seksual kepada benda-benda yang tidak sewajarnya.

 

“Ketertarikannya tersebut pada benda yang bukan semestinya seperti mukena, baju dan lain sebagainya,” beber Sekretaris Unit Pelayanan Psikologi Terapan Fakultas Psikologi UIN Malang ini.

 

Ia pun menilai, bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kelainan tersebut. Di antaranya kelainan kelamin. “Kemudian, bisa jadi psikologinya yang membuat menyimpang. Misal sewaktu kecil punya pengalaman tentang objek itu dengan rangsangan yang mengarah ke kekuatan seksual," terangnya.

 

Psikolog dan Konselor di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Malang ini menyebutkan, faktor lainnya ialah stimulasi yang diperoleh dari lingkungan yang tidak baik. Sehingga rangsangan seksualnya dihubungkan dengan hal-hal berbau fantasi.

 

 

“Misalnya benda tertentu dihadirkan dan dihubungkan kepada rasa kepuasan seksual,” pungkasnya.

 

Editor: A Habiburrahman


Malang Raya Terbaru