• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 26 Mei 2022

Malang Raya

Lewat Wayang, Santri di Malang Dikenalkan Sejarah Pejuang NU

Lewat Wayang, Santri di Malang Dikenalkan Sejarah Pejuang NU
Wayang wolak-walik dikenalkan kepada santri Global Tarbiyatul Arifin di Malang. (Foto: NOJ/MMR)
Wayang wolak-walik dikenalkan kepada santri Global Tarbiyatul Arifin di Malang. (Foto: NOJ/MMR)

Malang, NU Online Jatim

Santri di Pesantren Global Tarbiyatul Arifin, Paksi, Malang, dikenalkan dengan sejarah perjuangan para pejuang Nahdlatul Ulama melalui pagelaran wayang wolak-walik pada Sabtu (21/08/2021). Bertempat di pesantren yang didirikan oleh mantan Ketua Lesbumi NU almarhum KH Agus Sunyoto, kegiatan digelar dengan tema Penguatan Nasionalisme dan Character Building Santri Global Tarbiyatul Arifin.

 

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh dua dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Brawijaya bekerja sama dengan Pesantren Global Tarbiyatul Arifin. Hadir sebagai pemantik dua dosen inisiator acara, yakni HB Habibi Suwandi dan Tri Hendra Wahyudi. Wayang wolak-walik digelar dengan dalang Ki Jumaadi Dharmakanda.

 

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-76. Karena itu tokoh yang dihadirkan dalam gelaran wayang. “Kegiatan ini memiliki tujuan untuk mengenalkan tokoh tokoh pahlawan lokal Malang yang memiliki memiliki latar belakang NU seperti halnya KH Masykur dan Mayor TNI Hamid Roedi,” kata HB Habibi.

 

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga merupakan bentuk pengabdian kampus yang mendedikasikan ilmu kepada masyarakat.

 

“Kami (FISIP UB) berupaya mendedikasikan ilmu kepada masyarakat pesantren. Secara khusus acara ini juga memiliki tujuan untuk meneruskan semangat dan perjuangan almarhum KH Agus Sunyoto yang dalam kapasitasnya sebagai sejarawan dan budayawan NU,” imbuh Habibi.

 

Ia berharap, selepas kegiatan ini, semua pihak bisa menerapkan metode pembelajaran yang berbasis dongeng kesejarahan ini. Tujuannya untuk mewariskan semangat dan perjuangan para pahlawan nasional. Sehingga, pembelajaran sejarah melalui dongeng dapat dinikmati oleh santri-santri cilik, sehingga terbangun karakter dan terbangun rasa kecintaan pada Tanah Air.

 

Ki Jumaali Dharmakanda menjelaskan bahwa pengenalan karakter sederhana itu penting.

 

“Anak-anak kami ajak bermain wayang partisipatif. Masing-masing anak kami kasih wayang untuk bermain bersama kemudian kami kenalkan akan karakter-karakter sederhana. Selain itu kami juga menjelaskan akan sosok keteladanan pahlawan yang sesungguhnya. Bahwa pahlawan bukan hanya seseorang yang ada di medan tempur, akan tetapi ayah yang menghidupi keluarganya jugalah pahlawan, dan lain sebagainya,” kata pengurus Lesbumi NU itu.

 

“Alhamdulillah, dengan adanya wayang wolak walik ini anak-anak semakin paham  akan karakter yang baik. Kami berharap anak-anak tumbuh menjadi anak yang sholeh sholihah dan mempunyai empati tinggi kepada masyarakat, seperti yang diajarkan oleh Romo Yai selama ini,” ungkap Nyai Nurbaidah Sunyoto, Pengasuh Pesantren Global.

 

Editor: Nur Faishal


Malang Raya Terbaru