• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Pendidikan

Rektor UIN Malang Jadi Penyelenggara di Konferensi PCINU Belanda

Rektor UIN Malang Jadi Penyelenggara di Konferensi PCINU Belanda
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. M. Zainuddin (lima dari kiri) saat usai konferensi PCINU Belanda. (Foto: NOJ/Hilyatul Maknunah)
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. M. Zainuddin (lima dari kiri) saat usai konferensi PCINU Belanda. (Foto: NOJ/Hilyatul Maknunah)

Malang, NU Online Jatim
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Prof. M. Zainuddin berkesempatan menjadi convener atau reviewer (penyelenggara) dalam konferensi internasional atau 3rd Biennal International Conference bertajuk ‘Reimagining Religion and Values in Time of (societal) Crisis’.


Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda di salah satu kampus ternama Belanda, Frej Uniersitet pada Rabu-Kamis (08-09/06/2022).


“Di hari pertama konferensi, beberapa tokoh termasuk saya menjadi narasumber bersama Nuffic yang merupakan sebuah organisasi independen non-profit di Den Haag, Belanda,” katanya.


Menurutnya, agenda pertama adalah expert meeting dengan Nuffic dan kedutaan di Belanda, kemudian dilanjutkan Interfaith Dialogue. Dalam pertemuan tersebut membahas berbagai hal, terutama menyangkut perkembangan Islam di Indonesia.


“Pembahasan meliputi aspek sosial, budaya, khususnya perkembangan pendidikan madrasah, pesantren dan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia,” kata guru besar Sosiologi Agama tersebut.


Selain Prof. Zainuddin, beberapa ekspert dunia dalam berbagai bidang terlibat menjadi narasumber dalam agenda tersebut di antaranya Peter Van Tuijl selaku Netherland Support Education of Indonesia, Mas Ulil Abshar Abdalla sebagai perwakilan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Martin yang merupakan Rektor UIN Padang, dan Atdikbud Belanda, Dr. Din Wahid, Prof. Mahfud MD dan lain-lain.


“Masing-masing menyampaikan orasinya dan dilanjutkan dengan dialog yang intens dari beberapa ekspert, termasuk dari Belanda sendiri hingga selesai,” terangnya.


Pria kelahiran Bojonegoro ini menjelaskan bahwa, disana banyak berbincang-bincang  terkait kerja sama Indonesia Belanda terutama dalam bidang pendidikan. Selain itu, juga membahas sekilas tentang sejarah dan semangat juang para tokoh organisasi Islam Indonesia seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama untuk kemerdekaan dan kelangsungan hidup bangsa Indonesia.


“Maka dari itu peran tersebut harus diteruskan oleh generasi berikutnya sehingga Islam moderat harus menjadi pilihannya,” tandasnya.


Pendidikan Terbaru