• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Maret 2024

Pendidikan

Simak Penyebab dan Cara Mengatasi Andropause pada Laki-laki

Simak Penyebab dan Cara Mengatasi Andropause pada Laki-laki
RSI Unisma. (Foto: NOJ/Unisma)
RSI Unisma. (Foto: NOJ/Unisma)

Malang, NU Online Jatim
Andropause merupakan satu kondisi kesehatan yang ditandai dengan turunnya kadar hormon testosteron yang tentunya berpengaruh pada kesuburan atau gairah seksualitas pria. Oleh karena itu, laki-laki harus mewaspadai kemungkinan terjadinya Andropause.

 

Andropause pada pria rentan terjadi khususnya bagi mereka yang telah berusia di atas 40 tahun. Lantas apa saja penyebab Andropause pada pria? dan bagaimana mengatasinya? Simak penjelasan dokter spesialis Andrologi Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma Malang, dr Rangga Pragasta. 

 

Berbicara tentang seksualitas pada laki-laki, memang sangat tidak bisa lepas dari yang namanya hormon. Dan hormon yang paling sering disebut-sebut adalah hormon testosteron. Hormon testosteron ini dimiliki oleh setiap laki-laki dan perempuan tetapi kaum perempuan memilikinya dengan kadar yang sedikit. Hormon ini, diproduksi pada bagian testis pria. 

 

"Jadi kalau kita ingin menjaga agar tetap normal, harus menjaga organ testis kita. Salah satunya paling umum adalah olahraga, asupan nutrisi dan juga menjaga supaya testis kita dalam kondisi yang optimal dalam untuk memproduksi hormon testosteron," jelasnya dalam podcast.

 

Lebih lanjut, dijelaskan dr Rangga, bahwa kondisi normal yang dimaksud adalah bagaimana organ tersebut dalam kondisi sehat, terhindar dari trauma, infeksi dan lainnya. Termasuk juga gaya hidup yang tak sehat juga berpengaruh pada penyakit ini.

 

"Organ testis ini dapat memproduksi hormon testosteron atau sperma yang baik ketika dalam kondisi suhu tubuh yang tidak terlalu panas. Kalau suhu tubuh kita rata-rata 37 derajat. Sehingga testis ini dapat bekerja optimal sekitar 2 derajat di bawah suhu tubuh kita. Nah itu yang harus dijaga," terangnya.

 

Untuk menjaga suhu ini, tentunya beberapa hal dapat dilakukan. Seperti tidak memakai celana dalam yang ketat, kemudian tidak melakukan sauna atau berendam dalam air hangat yang terlalu lama.

 

"Atau mungkin tidak melakukan aktivitas-aktivitas yang lain yang bisa menyebabkan testis kita ini terpapar panas yang terlalu lama, jadi begitu simpelnya begitu," ungkapnya.

 

Mengenai asupan gizi atau jenis makanan untuk mencegah gangguan kesehatan ini ataupun meningkatkan vitalitas, dijelaskan dr Rangga bahwa tidak ada makanan yang secara spesifik untuk benar-benar dikonsumsi.  

 

"Pada dasarnya semua makanan yang bergizi seimbang, bermanfaat secara positif terhadap vitalitas pria. Gampangnya adalah 4 sehat lima sempurna, atau slogannya kini gizi seimbang," pungkasnya.


Editor:

Pendidikan Terbaru