Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Ketua PCNU Sumenep Minta Ansor jadi Pelopor Persatuan Nahdliyin

Ketua PCNU Sumenep Minta Ansor jadi Pelopor Persatuan Nahdliyin
KH A Panji Taufiq saat pembukaan Konferensi Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep di pondok pesantren Assadad Ambunten, Sabtu (24/10/2020). (Foto: NOJ/ Firdausi).
KH A Panji Taufiq saat pembukaan Konferensi Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep di pondok pesantren Assadad Ambunten, Sabtu (24/10/2020). (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Di bulan Oktober, warga Nahdlatul Ulama (NU) sangat pemberani ketika melihat seorang tokoh NU dihina dan difitnah oleh orang lain. Bahkan diperkarakan secara hukum dan melakukan demonstrasi untuk mengusut pencemaran nama baik tersebut oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

 

Penegasan ini disampaikan KH A Panji Taufiq saat pembukaan Konferensi Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep di pondok pesantren Assadad Ambunten, Sabtu (24/10/2020).

 

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep tersebut mengapresiasi dan bangga. Karena berkat pembelaan tersebut menjadi perekat bagi warga NU lainnya.  Di balik fenomena tersebut, diakuinya bahwa secara fisik nahdliyin sering berjumpa saat kegiatan NU baik yang bersifat diniyah dan ijtimaiyah. Tapi belum tentu hati mereka bersatu.

 

"Saya berharap Ansor yang mempeloporinya. Karena di dalam sejarah kemerdekaan Indonesia Ansor getol mendorong segenap warga untuk melawan penjajah dengan gerakan sosialnya. Ini bukan tugas Ansor saja, tapi tugas kita bersama,” terangnya.

 


 

Puji Kepemimpinan Muhri

Pada saat yang sama, alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut merasa bangga pada Muhri. Karena pada tahun 2011-2012 Ansor belum ada apa-apanya. Tetapi ketika dipimpin oleh Muhri, Ansor-Banser hadir sebagai Badan Otonom NU terbaik di Madura dan mendekati terbaik se-Jawa Timur.

 

"Terimakasih sahabat Banser. Walaupun kalian tidak pernah memegang mic di podium. Tapi badan kalian sudah menjadi mic pada masyarakat," ujarnya.

 

Ketua PCNU yang terpilih ketiga kalinya tersebut menegaskan kepada 264 Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor se-Kabupaten Sumenep yang telah terakreditasi untuk mengaktifkan ranting. "Jangan jadi macan ompong, buktikan bahwa kalian bisa menjadi perekat sosial di tengah-tengah masyarakat," harapnya. Dakwah kita bukan menggusur tapi merangkul,” lanjutnya.

 

Kiai Pandji yakin bahwa Ansor bisa menjadi pelopor di segala lini khususnya di bidang sosial sehingga Sumenep menjadi kota NU atau santri. "Semoga impian ini benar-benar terjadi di masa kini," pungkasnya.

 

Editor: Romza

PWNU Jatim Harlah