Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Sabar, Gelar Pahlawan untuk Syaikhona Kholil Terus Dipantau

Sabar, Gelar Pahlawan untuk Syaikhona Kholil Terus Dipantau
Gelar pahlawan nasional untuk almaghfurlah Syaikhona Kholil masih dalam proses. (Foto: NOJ/DNT)
Gelar pahlawan nasional untuk almaghfurlah Syaikhona Kholil masih dalam proses. (Foto: NOJ/DNT)

Surabaya, NU Online Jatim

Dalam momen peringatan hari pahlawan beberapa waktu lalu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron mengusulkan agar Syaikhona Kholil ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

 

Menurut Abdul Latif, Syaikhona Kholil layak ditetapkan sebagai pahlawan nasional mengingat jasa-jasanya yang besar bagi bangsa. Syaikhona Kholil dikenal sebagai inisiator berdirinya organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, yakni Nahdhatul Ulama (NU).

 

"Muridnya saja sudah jadi pahlawan seperti KH M Hasyim Asy'ari, KH As’ad Syamsul Arifin, kenapa kok gurunya kok belum?," ujar Abdul Latif yang masih cicit dari Syaikhona Kholil. Meski begitu, ia menyadari bahwa pemberian gelar tersebut merupakan ranah pemerintah pusat.

 

Hingga kini, progres pengajuan Syaikhonan Kholil sebagai pahlawan nasional sudah sudah disetujui Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.  

 

R Nasih Aschal, salah satu cicit Syaikhona Kholil Bangkalan mengaku bersyukur karena tahap pengajuan gelar pahlawan nasional untuk Mbah Kholil sudah disetujui serta didukung Pemprov Jatim.  

 

“Alhamdulillah melalui surat Dinsos Kabupaten Bangkalan sudah dijawab Gubernur bahwa Provinsi Jatim mendukung usulan gelar pahlawan,” ujar Ra Nasih yang juga anggota Komisi C DPRD Jatim.  

 

Tahap selanjutnya, Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Kepahlawanan (TP2GK) bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan akan segera melengkapi berkas untuk proses pengajuan ke pemerintah pusat.  

 

 

Targetnya, pada tahun 2020 semua proses pengusulan sudah tuntas serta disetujui pemerintah pusat. “Kami targetkan usulan ini bisa masuk tahun ini dan tahun depan November (Hari Pahlawan) bisa diterima,” ungkap Ra Nasih.  

 

Adapun TP2GK bersama Pemerintah Kabupaten Bangkalan serta pihak keluarga dan keturunan Syaikhona Kholil akan mengupayakan berkas dan data yang dihimpun ditargetkan harus rampung sebelum bulan November 2021.

 

“Karena setiap bulan November kita memperingati hari pahlawan, kalau tahun ini sudah tidak memungkinkan,” jelasnya.  

 

Menurut Ra Nasih, nama besar Syaikhona Kholil sebenarnya sudah diakui di masyarakat terutama kalangan santri dan nahdliyin. Termasuk kiprah Syaikhonan Kholil saat menggerakkan santrinya, KH Hasyim Asy’ari Jombang (pendiri NU) untuk melawan penjajah.    

 

“Sejarah perjuangan Syaikhona Kholil terekam begitu kuat, ketika perjuangan santri-santri beliau mendapatkan gelar pahlawan dan berjasa memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” ungkap Ra Nasih.

 

Pada Selasa (10/11/2020), bangsa Indonesia memperingati hari pahlawan. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, ada sejumlah nama pahlawan nasional baru yang telah diproses secara administrasi dan diumumkan oleh pemerintah.  

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan enam tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan nasional. Pengumuman dilaksanakan di Istana Negara, Senin (9/11/2020) siang.

 

 

Dan tahun ini, ada enam tokoh yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Yakni Sultan Baabullah dari Provinsi Maluku Utara, Macmud Singgirei Rumagesan – Raja Sekar dari Provinsi Papua Barat, Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dari Provinsi DKI Jakarta, Arnold Mononutu dari Provinsi Sulawesi Utara, MR SM Amin Nasution dari Provinsi Sumatera Utara, dan Raden Mattaher Bin Pangeran Kusen Bin Adi dari Provinsi Jambi.​​

Iklan promosi NU Online Jatim