• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Rehat

Gus Mus Saja Meminta Maaf, Apalagi Kita?

Gus Mus Saja Meminta Maaf, Apalagi Kita?
KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. (Foto: NOJ/NU Network)
KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. (Foto: NOJ/NU Network)

Surabaya, NU Online Jatim

Dikenal sebagai kiai yang santun, KH Mustofa Bisri atau Gus Mus menyadari bahwa selama ini dirinya banyak melakukan kesalahan. Apalagi dalam banyak kesempatan didaulat menjadi penceramah yang tentu saja menyampaikan banyak petuah dan perkataan. Tidak menutup kemungkinan selama menyampaikan mauidlah terdapat banyak kesalahan.


Penegasan tersebut disampaikan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini dan memanfaatkan kesempatan ceramah di hadapan pengurus harian PBNU untuk meminta maaf. 


Gus Mus memohon maaf kepada hadirin pada pembukaan Konferensi Besar (Konbes) NU 2022 di Hotel Yuan Garden Jakarta Pusat lalu.   


“Pada bulan Syawal dan suasana halal bihalal ini, saya sebagai penceramah banyak bicara. Orang yang banyak bicara mesti banyak salah. Saya meminta maaf kepada semuanya,” katanya.


Di tengah peserta Konbes NU 2022, Gus Mus menyampaikan bahwa ia merupakan orang yang aktif di media sosial dan sering mengomentari banyak hal. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang ini menyampaikan bahwa ia merasa sering menggeneralisasi satu dua pengurus NU yang kurang baik. Hal itu kemudian dikatakan sebagai perilaku pengurus NU secara umum. Demikian pula sikap sebagian orang Jakarta yang menurut ukurannya aneh-aneh sebagai sikap orang Jakarta secara umum. Sementara itu tentu tidak benar, katanya.


“Sebaliknya, saya ini juga orang yang dikenal. Risikonya banyak orang mencemooh, merendahkan, dan menghina saya. Tetapi saya memaafkan mereka sejak mereka melakukan itu terhadap saya,” katanya.   


Secara khusus, Gus Mus hadir dan diberikan kesempatan memberikan sambutan pada acara yang berlangsung dua hari tersebut. Banyak hal yang disampaikan, termasuk kisah Rais Aam KH MA Sahal Mahfudh dan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang kala itu bertemu  Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz. 


Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam pidato pembukaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik, terutama pengurus dan warga NU.


Rehat Terbaru