• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Maret 2024

Rehat

Sembari Menikmati Libur Akhir Pekan, Sempatkan Membaca Sayyidul Istighfar

Sembari Menikmati Libur Akhir Pekan, Sempatkan Membaca Sayyidul Istighfar
Saat pagi dan sore usahakan membaca sayyidul istighfar karena akan mendapatkan ganjaran khusus. (Foto: NOJ/Islami.co)
Saat pagi dan sore usahakan membaca sayyidul istighfar karena akan mendapatkan ganjaran khusus. (Foto: NOJ/Islami.co)

Untuk dapat menikmati akhir pekan, sejumlah agenda telah disiapkan jauh-jauh hari. Karena waktu yang tersedia demikian terbatas, maka diupayakan dapat mengisi hari libur sebaik mungkin. Bayangan akan melewati waktu seharian dengan penuh keceriaan.


Namun, di tengah kondisi tersebut sebaiknya tetap ingat terhadap potensi kesalahan dan dosa yang dilakukan selama menikmati liburan. Jangan sampai, aneka kenikmatan yang diterima selama berlibur ternyata melupakan kesalahan yang dilakukan.


Salah satu cara mengurangi potensi dosa dan menyadari bahwa diri sarat dengan kesalahan adalah dengan memperbanyak membaca istighfar atau kalimat meminta ampunan. Di antara bacaan yang direkomendasikan adalah sayyidul istighfar.


Perlu diketahui bahwa sayyidul istighfar merupakan lafal istighfar yang paling utama dari sekian bentuk istighfar. Sayyidul istighfar memuat pengakuan nikmat dan dosa. Lafal istighfar terbaik ini juga mengandung pengakuan status penciptaan. Ini yang membuat sayyidul istighfar lebih utama dari bentuk-bentuk istighfar lainnya.


Lafadz sayyidul istighfar adalah sebagai berikut:

 

 اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

 

Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.


Artinya: Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau. (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).


 

Ganjaran Khusus

Sayyidul istighfar mengandung keutamaan yang luar biasa. Keindahan dan bobot lafal pengakuan di dalamnya memberikan nilai khusus bagi pembacanya di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW menyebut ganjaran khusus bagi mereka yang mengamalkan sayyidul istighfar pagi dan sore.


Imam al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Syaddad bin Aus bahwa Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang membaca sayyidul istighfar di sore hari, lalu ia meninggal di malam itu, niscaya ia termasuk penghuni surga. Demikian juga berlaku bagi mereka yang membaca sayyidul istighfar di pagi hari, lalu wafat di hari itu juga, niscaya ia termasuk penghuni surga.


Keterangan ini disebutkan Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar. Dalam karyanya itu Imam Nawawi memasukkan sayyidul istighfar ke dalam doa harian yang dianjurkan untuk dibaca pagi dan sore hari.

 

Artikel diambil dariInilah Lafal dan Keutamaan Sayidul Istighfar Menurut Rasulullah

 


Karenanya, meski sedang berada di akhir pekan usahakan tetap melazimkan bacaan sayyidul istighfar ini. Apalagi dijanjikan masuk surga karena saat pagi dan sore menyempatkan diri untuk membacanya. Wallahu a‘lam.


Editor:

Rehat Terbaru