• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 28 Januari 2023

Tapal Kuda

Pengurus LDNU Lumajang Ini Jelaskan Dahsyatnya Istighfar

Pengurus LDNU Lumajang Ini Jelaskan Dahsyatnya Istighfar
Kiai Hasbullah Huda saat menjelaskan isi kitab Risalatul Muhlikat Wal Munjiat di studio MCN PCNU Lumajang. (Foto: NOJ/sufyan)
Kiai Hasbullah Huda saat menjelaskan isi kitab Risalatul Muhlikat Wal Munjiat di studio MCN PCNU Lumajang. (Foto: NOJ/sufyan)

Lumajang, NU Online Jatim

Meminta ampun (istighfar) kepada Allah SWT merupakan keharusan setiap umat muslim, mengingat manusia adalah makhluk yang tak luput dari salah dan dosa. Namun, membaca istighfar tak harus menunggu seseorang berbuat dosa, hal itu sering dicontohkan Rasulullah SAW yang selalu membaca istighfar 100 kali bahkan lebih setiap harinya.

 

Kiai Hasbullah Huda, Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Lumajang menjelaskan itu saat kajian kitab Risalatul Muhlikat Wal Munjiat di studi Media Center An-Nahdloh (MCN) Jalan Alun-alun Timur Lumajang, Selasa (07/06/2022).

 

Kiai Huda menuturkan, penting bagi seorang muslim merutinkan bacaan Istighfar di setiap saat dan segala keadaan, lebih-lebih di waktu tertentu seperti saat sepertiga malam. Dengan merutinkan hal, menyitir Hadits Nabi, itu menurutnya seseorang akan dimasukkan pada golongan terbaik di hari kiamat.

 

"Kata Rasulullah, orang yang paling beruntung itu adalah orang yang menemukan buku catatannya di hari kiamat di dalamnya ditemukan banyak catatan amalan bacaan istighfar," jelas Kiai Huda.

 

Selain itu, ada beberapa janji Allah yang telah dipersiapkan di dunia bagi orang yang istiqamah membaca istighfar ini. Diantaranya menurut Kiai Huda, Allah akan menghilangkan semua rasa gundah gulana dalam hati seseorang.

 

"Seperti sabda Nabi dalam hadits yang diriwayatkan Imam Abu Dawud dan Imam An-Nasai. Selain itu setiap kesempitan Allah akan memberi jalan keluar, dan Allah akan memberi rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka," lanjutnya.

 

Kiai Huda menambahkan, banyak ayat Al-Qur'an yang menyinggung keutamaan istighfar, seperti dalam surat Ad-Dzariat ayat 18, surat Al-Anfal ayat 77, dan surat Nuh ayat 11-12 yang didalamnya selain memuji hambanya yang selalu beristighfar, Allah menjanjikan berbagai hal.

 

"Allah tidak akan menyiksa kaum yang membaca istighfar, Allah akan mengirimkan nikmat dari langit, hujan yang membawa nikmat bukan bencana, Allah akan memberi harta dan anak yang banyak, makmur kebun-kebunnya, dan menjadi perantara untuk mencapai semua kebaikan dunia dan akhirat,"

 

Namun menurut Kiai Huda, setan selalu menipu dan membujuk manusia agar ragu terhadap keutamaan ini. Syaitan yang memang musuh yang nyata sebagai musuh manusia selalu punya cara agar manusia semakin jauh dari rahmat Allah.

 

"Mereka membisikkan, mengapa beristighfar, toh setelah ini kembali lagi berdosa, kata syaitan, mereka membujuk jika istighfarnya tidak akan diterima, itu was-was dari setan. Maka berhati-hatilah dari rayuan ini jangan terbujuk," tegasnya.

 

Maka, di akhir kajian tersebut Kiai Huda berpesan, terkhusus kepada pemuda-pemuda saat ini agar tidak salah dalam menyelesaikan masalah hidupnya dengan hal-hal yang diharamkan seperti minuman keras dan narkoba, karena justru hal itu bukan menghilangkan masalah malah semakin menambah masalah.

 

"Jika ingin tenang, hilang susahnya, hilang segala permasalahannya maka perbanyak dzikir dan istighfar," tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru