• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Rehat

Yenny Wahid di Mimika: NU Jadi Perhatian Dunia

Yenny Wahid di Mimika: NU Jadi Perhatian Dunia
Suasana penerimaan PCNU Mimika, Papua saat Yenny Wahid berkunjung. (Foto: NOJ/Sugiarso)
Suasana penerimaan PCNU Mimika, Papua saat Yenny Wahid berkunjung. (Foto: NOJ/Sugiarso)

Surabaya, NU Online Jatim
Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Mimika, Papua yang berada di Jalan Pattimura, kedatangan tamu istimewa. Yang hadir adalah Yenny Wahid, putri almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

 

Hal tersebut berkah dari gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua yang dilaksanakan di berbagai kota, salah satunya di Mimika. Dan hal ini benar-benar membawa nilai lebih untuk warga sekitar khususnya NU Mimika. Karena pada Rabu (29/09/2021), Yenny Wahid melakukan kunjungan sekaligus bersilaturahim dengan PCNU Mimika.
 

Catatan kunjungan tersebut ditulis secara khusus oleh Ustadz Sugiarso, Wakil Ketua PCNU Mimika yang juga warga Sidoarjo. Berikut yang disampaikan kepada NU Online Jatim 

 

"Saya mohon maaf kunjungan tertunda karena kondisi badan kurang fit. Namun saya bersyukur akhirnya bisa berkunjung ke sini untuk berterim kasih dan memberikan dukungan semangat kepada pengurus NU Mimika," kata Yenny Wahid seperti disampaikan Ketua PCNU Mimika, Imam Mawardi Maksum.

 

Kala itu Yenny Wahid bertemu dengan sejumlah pengurus NU Mimika, badan otonom maupun lembaga.


"Saya yakin mengurus NU di luar Jawa, apalagi Papua itu merupakan perjuangan yang luar biasa. Bisa eksis di sini ini prestasi tersendiri,” terang Mbak Yenny. 

 

Menurut dia, jika bisa membuat kantor NU di Jawa adalah hal biasa karena dapat dilakukan dengan jimpitan. Namun bisa membangun kantor di kawasan Mimika jelas luar biasa. 

 

“Saya juga akan bantu walaupun sedikit," katanya dengan disambut jawaban alhamdulillah secara koor hadirin.

 

 

Khidmat Nahdlatul Ulama

Mbak Yenny juga menyampaikan bahwa NU saat ini menjadi perbincangan dunia dengan manhaj Islam moderatnya. 

 

"Bahkan Sekjen Liga Muslim Dunia, Syaikh Abdul Karim bin Al Isa kagum dengan model keberagamaan di Indonesia,” ungkapnya. 

 

Yenny Wahid sudah melakukan diskusi dengan tokoh lintas agama. Dan apa yang dilihat di kawasan luar negeri sudah menjadi keseharian di Tanah Air. Menurutnya, nilai lebih  Islam di Indonesia adalah ukhuwah wathaniyah dan basyariah

 

Ketua PCNU Mimika, KH Imam Mawardi Maksum menyampaikan rasa senangnya atas kehadiran Yenny Wahid. 

 

"Ini merupakan berkah yang luar biasa untuk kami,” katanya, Jumat (01/10). Apalagi pada kesempatan tersebut Yenny Wahid memberikan sumbangan bagi pembangunan kantor NU.

 

“NU dan pemerintah selaku berjalan seiring dan berusaha untuk bisa kerja sama,” katanya. 

 

Menurutnya, pembangunan kantor juga sumbangan dari Wakil Bupati Mimika. Harapannya, dengan kehadiran Yenny Wahid bisa memperlancar agar komunikasi pengurus NU setempat dengan bupati. 

 

“Hal tersebut karena ketokohan Gus Dur di mata orang Papua tentu menjadi nilai tersendiri," katanya. Bahkan jika bisa di Mimika bisa hadir Wahid Institute, lanjutnya.

 

Imam Mawardi Maksum juga memohon dukungan Yenny Wahid agar NU Mimika juga lebih peduli kepada Papua, khususnya kalangan muslim. 

 

 

Berharap Keberkahan

Kunjungan Yenny Wahid ke Mimika juga diiringi KH Najih Arromdhoni. "Sebenarnya kami ini yang punya kepentingan untuk ngalap berkah para pengurus NU Ranting dan di luar Jawa,” katanya. 

 

Ia kemudian ingat pesan almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudz bahwa pengurus ranting yang umumnya paling ikhlas karena potensi godaan duniawiyah sangat sedikit. 

 

“Berbeda dengan di PCNU dan tingkatan yang lebih atas," jelas santri yang sudah doktor dari UIN Syarif Hidayatullah ini

 

Sebelumnya Gus Najih berkisah pengalaman selama kuliah di Suriah. Bahwa paham radikal telah merenggut nyawa rasa aman damai dan nyawa ulama ulana besar Syuriah. 

 

“Guru kami Syaikh Said Ramadhan al-Buthi dibom saat mengajar dan Syaikh Adnan al-Afyouni, sehingga membuktikan bahayanya Salafi-Wahabi dan paham neo Khawarij ini bagi Islam dan umat manusia," jelas Sekjen Ikatan Alumni Suriah Indonesia (AIsyami) ini.

 

Disampaikan demikian cinta kepada Indonesia, Syaikh Taufiq Ramadhan al Buthi ke mana-mana selalu mengenakan kopiah hitam seperti yang bisa dipakai di Indonesia.


Editor:

Rehat Terbaru