• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 31 Januari 2023

Tapal Kuda

Berikut Ijazah Wirid Almarhum KH Abdullah Syaukat Siradj Sidogiri

Berikut Ijazah Wirid Almarhum KH Abdullah Syaukat Siradj Sidogiri
KH Abdullah Syaukat Siradj, Majelis Keluarga Pesantren Sidogiri wafat. (Foto: NOJ/ Makhfud Syawaluddin)
KH Abdullah Syaukat Siradj, Majelis Keluarga Pesantren Sidogiri wafat. (Foto: NOJ/ Makhfud Syawaluddin)

Pasuruan, NU Online Jatim
Kabar duka datang dari Kabupaten Pasuruan. Musababnya, KH Abdullah Syaukat Siradj, A’wan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan sekaligus Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri dikabarkan wafat pada Kamis (13/10/2022).


“Kamis sore beliau wafat di Makkah saat ibadah umrah. Hari ini setelah Subuh (Jumat, waktu di Makkah) ia akan dimakamkan di Jannatul Ma’la,” kata Mas M Syamsul Arifin Munawwir selaku Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri kepada NU Online Jatim, Jumat (14/10/2022)..


Dirinya mengaku sangat merasa kehilangan atas meninggalnya Kiai Abdullah Syaukat Siradj. “Tahun kemarin KH Nawawi Abd Djalil wafat, sekarang KH Abdullah Syaukat Siradj juga wafat,” imbuh Gus Syamsul.


Ia menyebutkan, Kiai Abdullah sebelumnya sempat berdoa dan berkeinginan seperti KH Maimoen Zubair yang wafat dan dimakamkan di Makkah. Akhirnya, keinginannya tersebut kesampaian.


“Kiai Abdullah wafat bersamaan dengan Haul Abahnya, KH Siradj Nawawie. Kiai Abdullah merupakan cucu KH Nawawie bin Noerhasan Sidogiri, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama,” jelasnya.


Gus Syamsul menyampaikan, almarhum Kiai Abdullah sempat berpesan tentang sebuah ijazah wirid dari KH Hasani Nawawie, paman almarhum yang disebut sufi dan wali. Amalan itu agar seseorang sehat secara jasmani dan rohani, serta rezekinya dijaga oleh Allah SWT.


Amalan tersebut yaitu, membaca istighfar dan shalawat 'Shallallahu ‘ala Muhammad' masing-masing 100 kali setelah shalat lima waktu. Bacaan ‘Hu’ dalam shalawat tersebut dihidupkan.


“Sebelum membaca istighfar, kirim Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW dan Kiai Hasani. Kemudian doanya membaca surat Al-Fatihah. Tanpa doa lain, cukup pasrah kepada Allah,” tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru