• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 29 Juni 2022

Keislaman

Hadits yang Menjelaskan Orang Mati Bisa Mendoakan yang Hidup

Hadits yang Menjelaskan Orang Mati Bisa Mendoakan yang Hidup
Suasana di makam Pesantren Tebuireng, Jombang. (Foto: NOJ)
Suasana di makam Pesantren Tebuireng, Jombang. (Foto: NOJ)

Banyak kalangan yang masih mempersoalkan tradisi ziarah kubur dan berdoa di pusara mereka yang telah meninggal. Karena sebagian kalangan menyampaikan bahwa meminta kepada mereka yang telah meninggal percuma alias tindakan sia-sia. Kalau ada kalangan yang masih mempersoalkan hal tersebut, berikut pandangan dari KH Ma’ruf Khozin disertai dengan sejumlah hadits yang diunggah di akun Facebooknya, Selasa (22/02/2022). 


Ketua Pengurus Wilayah (PW) Aswaja NU Center Jawa Timur tersebut memberikan penjelasan bahwa berdoa kepada Allah dengan perantara orang yang masih hidup atau sudah wafat sama-sama boleh. Memang, yang hidup atau mati tidak dapat mengabulkan doa, hanya Allah yang mengabulkan doa. Mereka hanya sekadar mendoakan.


Berikut hadits yang membenarkan bahwa orang yang mati masih bisa mendoakan untuk orang yang hidup.


1. Hadits Musnad Ahmad


عن أنس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن أعمالكم تعرض على أقاربكم وعشايركم من الأموات فإن كان خيرا استبشروا وإن كان غير ذلك قالوا اللهم لا تمتهم حتى تهديهم كما هديتنا. رواه أحمد 


Artinya: Dari Anas bahwa Rasulullah SAW bersabda: Sungguh amal kalian disampaikan kepada kerabat dan kawan yang telah mati. Jika amal baik, maka mereka bahagia. Jika tidak baik, maka mereka berdoa: Ya Allah jangan matikan mereka sebelum Engkau beri hidayah kepada mereka seperti Engkau memberi hidayah kepada kami. (HR Ahmad).


Terhadap kalangan yang meragukan bahwa hadits ini dhaif atau lemah karena ada perawi yang tidak disebutkan, ada lagi hadits yang menguatkan:


2. Hadits Thabrani 


وإن أعمالكم تعرض على أقاربكم وعشائركم فإن كان خيراً فرحوا واستبشروا وقالوا اللهم هذا اللهم ألهمه عملا صالحا ترضى به عنه وتقربه إليك. رواه الطبراني


Artinya: Sungguh amal kalian disampaikan pada keluarga dan kawan. Jika amal baik, maka mereka bahagia. Kata mereka: Ya Allah beri ilham padanya amal shalih yang Engkau ridhai. (HR Thabrani)


Bila ada yang meragukan hadits di atas karena di dalamnya ada perawi bernama Maslamah bin Ali yang dianggap dhaif, berikut masih ada hadits lain:


3. Hadis Ibnu Mubarak 


فيعرض عليهم أعمالهم ، فإذا رأوا حسنا فرحوا و استبشروا ، و قالوا : هذه نعمتك على عبدك فأتمها ، و إن رأوا سوءا قالوا : اللهم راجع بعبدك " . أخرجه عبد الله بن المبارك في " الزهد "


Artinya: Lalu amal mereka diberi tahukan (kepada ahli kubur). Jika dilihat amal baik, maka mereka bahagia dan berkata: Ini adalah nikmat Mu untuk hamba-Mu, maka sempurnakanlah.. Jika amal buruk mereka berkata: Ya Allah kembalikan hamba-Mu. (HR Ibnu al-Mubarak dalam Az-Zuhd)


Bahkan status haditsnya menurut Syekh Albani adalah sahih.


Kiai Ma’ruf menjelaskan bahwa dirinya tidak berpedoman pada Syekh Albani kecuali untuk membungkam para pentaklidnya saja. Lebih jelasnya berikut ini:


و بالجملة فالحديث صحيح كما قال السيوطي بهذه الشواهد و الله أعلم (السلسلة الصحيحة ج 6 / ص 127)


Artinya: Syekh Al-Albani berkata: Secara keseluruhan hadits ini adalah sahih dengan berbagai hadits penguatnya seperti dikatakan oleh As-Suyuthi. (Silsilah Shahihah: 6/127)


Hukum Bertawassul di Makam Nabi 


وَرَوَى اِبْنُ أَبِيْ شَيْبَةَ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ مِنْ رِوَايَةِ أَبِيْ صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ مَالِك الدَّارِيِّ - وَكَانَ خَازِنَ عُمَرَ - قَالَ أَصَابَ النَّاسَ قَحْطٌ فِيْ زَمَنِ عُمَرَ فَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى قَبْرِ النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اِسْتَسْقِ لِأُمَّتِكَ فَإِنَّهُمْ قَدْ هَلَكُوْا فَأَتَى الرَّجُلَ فِيْ الْمَنَامِ فَقِيْلَ لَهُ اِئْتِ عُمَرَ ... الْحَدِيْثَ. 


Artinya: Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan hadits dengan sanad yang sahih dari Abi Shaleh Samman, dari Malik al-Dari (bedahara Umar), ia berkata: Telah terjadi musim kemarau di masa Umar, kemudia ada seorang laki-laki (Bilal bin Haris al-Muzani) ke makam Rasulullah SAW, ia berkata: Ya Rasullah, mintakanlah hujan untuk umatmu, sebab mereka akan binasa. 


وَقَدْ رَوَى سَيْفٌ فِي الْفُتُوْحِ أَنَّ الَّذِيْ رَأَى الْمَنَامَ الْمَذْكُورَ هُوَ بِلَالُ بْنُ الْحَارِثِ الْمُزَنِيُّ أَحَدُ الصَّحَابَةِ (ابن حجر فتح الباري 3/331 وابن عساكر تاريخ دمشق 56/380)


Artinya: Kemudian Rasulullah datang kepada lelaki tadi dalam mimpinya, beliau berkata: Datangilah Umar…. Saif meriwayatkan dalam kitab al-Futuh lelaki tersebut adalah Bilal bin Haris al-Muzani salah satu sahabat Rasulullah. (Ibnu Hajar, Fathul Bari, III/441, dan Ibnu 'Asakir, Tarikh Dimasyqi, 56/489)


Dalam riwayat tersebut tidak minta hujan kepada Nabi, tetapi agar dimintakan hujan, tentu agar meminta kepada Allah.


Keislaman Terbaru