• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Tapal Kuda

Berkali-kali Gagal, Lidiyah Akhirnya Raih Beasiswa LPDP ke Australia

Berkali-kali Gagal, Lidiyah Akhirnya Raih Beasiswa LPDP ke Australia
Rizqi Aimmatul Maulidiyah, kader IPPNU Kabupaten Pasuruan peraih beasiswa LPDP ke Australia. (Foto: NOJ/ Rahma Salsabila)
Rizqi Aimmatul Maulidiyah, kader IPPNU Kabupaten Pasuruan peraih beasiswa LPDP ke Australia. (Foto: NOJ/ Rahma Salsabila)

Pasuruan, NU Online Jatim

Rizqi Aimmatul Maulidiyah merupakan salah satu kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pasuruan. Baru-baru ini ia terpilih menjadi salah satu peraih Beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.

 

Perempuan yang akrab disapa Lidiyah tersebut merupakan lulusan S-1 dari Universitas Brawijaya Malang program studi Ilmu Kelautan Tahun 2019. Gadis ini berasal dari Desa Karangrejo Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan.

 

Lidiyah mengaku, bahwa prinsipnya sejak awal ialah memperoleh serta memperjuangkan pendidikan setinggi-tingginya dengan beasiswa melalui prestasi yang ia miliki.

 

"Sebagai seorang perempuan, saya harus bertumpu pada kaki sendiri. Terlebih sebagai anak bungsu yang bertumpu hidup pada kakak-kakaknya sejak kedua orang tua meninggal saat menginjak usia 8 tahun. Sejak itu tekad untuk memperoleh pendidikan yang baik semakin bulat," ucapnya kepada NU Online Jatim, Sabtu (11/12/2021).

 

Perempuan 24 tahun itu akan melanjutkan pendidikan S-2nya di Master of Marine Biology, University of Western Australia. Universitas tersebut dinobatkan sebagai salah satu dari delapan universitas terbaik di Australia.

 

Dirinya menyebutkan, bahwa alasannya memilih Australia sebagai pelabuhannya dalam menempuh pendidikan karena secara geografis tidak jauh dari Indonesia. Untuk itu, ia berharap ilmu yang diperoleh nantinya dapat diaplikasikan di Indonesia.

 

"Saya sangat berharap ilmu, pengetahuan, serta pengalaman yang saya dapat selama di sana dapat lebih aplikatif untuk diterapkan di Indonesia," ungkapnya.

 

Perjalanan Lidiyah untuk memperoleh beasiswa LPDP ke Australia sangat panjang dan banyak ujian berat yang harus dihadapi. Pasalnya sejak lulus 2 tahun lalu, ia sudah mendaftar beasiswa sebanyak lima kali dan ditolak atau gagal.

 

Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya patah semangat. Sembari menunggu beasiswa lain, dirinya mengisi waktu luang dengan banyak mengeksplore kemampuan dan melatih potensi diri. 

 

“Dalam proses tersebut, saya dipertemukan dengan teman-teman seperjuangan, serta mendapat dukungan penuh dari keluarga. Itu adalah privilege yang saya punya," imbuhnya.

 

Menurut Lidiyah, pendidikan adalah suatu kebutuhan bagi perempuan untuk meningkatkan nilai dengan tanpa menutup perbedaannya dengan lelaki. Namun, itu dilakukan untuk mematahkan stigma masyarakat dengan memiliki kualifikasi yang baik.

 

"Saya berasal dari desa dengan segala keterbatasannya. Tapi, sebagai perempuan kita akan selalu menemukan jalan keluar selagi kita mau berusaha. Dan yang terpenting, kita harus mandiri serta menghilangkan persepsi ketergantungan yang berlebih pada orang lain," terangnya.

 

 

Sedang pendidikan, menurutnya adalah suatu upaya untuk mengeksplorasi ilmu, sehingga dapat memberikan kebermanfaatan bagi diri sendiri dan orang lain. “Yang terpenting dari proses belajar itu ialah agar kita bermanfaaat untuk diri dan masyarakat luas," tandasnya.

 

Editor: A Habiburrahman


Tapal Kuda Terbaru