• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 29 November 2022

Tapal Kuda

Pesan Ketua PCNU Pasuruan kepada Pengurus BEM ITSNU-STAIS

Pesan Ketua PCNU Pasuruan kepada Pengurus BEM ITSNU-STAIS
KH Imron Mutamkin saat pelantikan pengurus BEM ITSNU STAIS Pasuruan. (Foto: NOJ/ Mokh Faisol)
KH Imron Mutamkin saat pelantikan pengurus BEM ITSNU STAIS Pasuruan. (Foto: NOJ/ Mokh Faisol)

Pasuruan, NU online Jatim

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamkin mengajak mahasiswa Institut Teknologi Sains Nahdatul Ulama (ITSNU) Sekolah Tinggi Agama Islam Shalahuddin (STAIS) terus bersyukur. Sebab dengan bersyukur bisa menerima nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

 

 "Jika kita bersyukur, Allah akan menambah nikmat kebaikan dan usaha kita," ujarnya saat sambutan pelantikan Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM)  ITSNU-STAIS Pasuruan pada Rabu (08/12/2021).

 

Dalam kegiatan yang dilaksanakan  di aula KH Ahmad Jufri Graha PCNU Pasuruan, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan itu, Gus Ipong menuturkan, sekecil apapun kenikmatan harus disyukuri. Sebab, dengan bersyukur seseorang tidak akan mengeluh.

 

Selain itu, mahasiswa ITSNU-STAIS Pasuruan juga diajak mengedepankan akhlak dalam menuntut ilmu. "Orang berilmu tanpa akhlak tidak ada harganya. Namun, orang yang biasa-biasa saja tetapi berakhlak itu jauh lebih baik," ujarnya.

 

Lebih lanjut Gus Ipong mengatakan, kader NU harus bangga dengan jamiyah. Karena secara batin dan emosional sudah terikat dengan nama tersebut. Oleh karena itu, kader NU harus membuat kajian-kajian NU milenial.

 

"Karena sekarang sudah zaman milenial, perlunya mengkaji ke-NU-an milenial. Supaya kita kader- kader tidak melenceng dari visi misi NU," imbuhnya.

 

Gus ipong juga berharap kepada mahaswa ITSNU-STAIS Pasuruan untuk bisa mengambangkan Islam Aswaja dengan berakhlul karimah. Sehingga NU bisa dikenal dunia.

 

"Kalian adalah kader NU milenial. Mari kita warnai media sosial dengan kajian-kajian NU milenial,” harapnya.

 

Sementara Abu Amar Bustomi selaku Rektor ITSNU-STAIS Pasuruan mengatakan, program- program BEM ITSNU-STAIS Pasuruan harus sinergi dengan PCNU Kabupaten Pasuruan.

 

"ITSNU-STAIS Pasuruan tidak bisa lepas dari PCNU karena ITSNU-STAIS Pasuruan didirikan oleh PCNU Kabupaten Pasuruan," ujarnya.

 

 

Oleh karena itu, setiap gerakan BEM ITSNU-STAIS Pasuruan harus sesuai dengan prinsip-prinsip NU bukan hanya tri dharma perguruan tinggi. "Jadi, setiap kepengurusan BEM ITSNU-STAIS perlu mengadakan Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU)," tutupnya.

 

Editor: Romza

 


Editor:

Tapal Kuda Terbaru