• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 25 September 2022

Tapal Kuda

BMTNU Menjamur di Jatim, Kiai Marzuki: Bebaskan Dluafa dari Rentenir Itu Jihad

BMTNU Menjamur di Jatim, Kiai Marzuki: Bebaskan Dluafa dari Rentenir Itu Jihad
Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar (dua dari kiri) dalam acara Turba PWNU Jatim di kantor PCNU Bangil, Pasuruan. (Foto: NOJ/MS)
Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar (dua dari kiri) dalam acara Turba PWNU Jatim di kantor PCNU Bangil, Pasuruan. (Foto: NOJ/MS)

Pasuruan, NU Online Jatim

Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar mengatakan salah satu program prioritas menjelang 1 abad NU adalah gerakan ekonomi mandiri. Salah satu spirit yang mendasari itu ialah kemandirian Nahdliyin secara ekonomi, terutama bagi keluarga kurang mampu. Menurutnya, itu juga merupakan bagian dari jihad.

 

"Jaga akidah, jihad. Jaga ahlussunnah, jihad. Jaga anak cucu tetap Islam, juga jihad. Membebaskan orang miskin dari rentenir, itu juga jihad," ujarnya saat menyampaikan amanat tanfidziyah dalam kegiatan Turun ke bawah (Turba) PWNU Jatim di halaman Graha Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (05/06/2021).

 

Bentuk konkret gerakan ekonomi mandiri ialah dengan mendirikan Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU). Targetnya ada 100 BMTNU di Jawa Timur.

 

"Sekarang masih ada 30 (BMTNU di Jawa Timur). PCNU Bangil, nanti bentuk tiga BMTNU. PCNU kota (Pasuruan) tiga. PCNU kabupaten minimal sepuluh BMTNU," imbuh Pengasuh Pondok Pesantren Sabiilul Rosyad Malang itu.

 

Kiai Marzuki juga menyampaikan sebuah cara agar BMTNU dapat secara maksimal membantu masyarakat. Misalnya, ketika memberikan utang tidak mengambil bunga sama sekali. Sementara Operasional BMTNU dari para donatur.

 

"BMTNU ini tidak mengambil keuntungan dari orang miskin. Operasional dan bisyarah petugas diambilkan dari aghniya (orang kaya)," jelas pria kelahiran 1966 tersebut.

 

Meski demikian, Kiai Marzuki berharap BMTNU selanjutnya juga dapat membantu pendanaan NU.

 

"Ada BMT milik pribadi. Tidak selalu memberikan bantuan kepada NU. BMTNU nanti dikit-dikit bisa membantu kas NU," pungkas alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut.

 

Turba itu diakhiri dengan laporan dan usulan dari masing-masing PCNU. Dimulai dari PCNU Bangil yang disampaikan oleh Sekretaris PCNU. Lalu PCNU Kabupaten lanjut PCNU Kota Pasuruan yang keduanya disampaikan oleh Ketua PCNU masing-masing.

 

Editor: Nur Faishal


Tapal Kuda Terbaru