• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 30 September 2022

Tapal Kuda

BNPB Bersama LPBINU Lumajang Peringati Hari Kesadaran Tsunami Dunia

BNPB Bersama LPBINU Lumajang Peringati Hari Kesadaran Tsunami Dunia
Lilik Kurniawan selaku Sestama BNPB Pusat saat acara peringatan Hari Kesadaran Tsunami Dunia di Lumajang. (Foto: NOJ/ Imam Malik Hakim).
Lilik Kurniawan selaku Sestama BNPB Pusat saat acara peringatan Hari Kesadaran Tsunami Dunia di Lumajang. (Foto: NOJ/ Imam Malik Hakim).

Lumajang, NU Online Jatim                              

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU) Kabupaten Lumajang memperingati Hari Kesadaran Tsunami Dunia 2021 (World Tsunami Awarenes Day 2021), Jumat (05/11). Kegiatan ini dilaksanakan serentak di Kabupaten Lumajang bersamaan dengan sarasehan dan penanaman 1000 bibit pohon mangrove.

 

“Dengan peringatan Hari Kesadaran Tsunami Dunia 2021 ini kita juga menggalakan penanaman bibit pohon mangrove. Dengan ini yang penting bagi kita adalah kesiapsiagaan terhadap ancaman tsunami, karena kita tinggal di daerah rawan tsunami, kita bisa paham harus berbuat apa dan harus bagaimana,” kata Lilik Kurniawan selaku Sestama BNPB Pusat kepada NU Online Jatim.

 

Menurutnya, antisipasi serta kesiapsiagaan bencana harus menjadi tanggungjawab bersama lintas elemen. ”Dan ini bukan hanya tanggung jawab dari BNPB dan BPBD Provinsi Jatim atau bahkan LPBINU Lumajang dan BPBD Lumajang, tetapi juga kita semua di seluruh lapisan masyarakat, karena selamat adalah hak kita semua,” ungkapnya.

 

Dalam acara itu, Indro Wardono, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia yang menjadi pemateri berpesan agar masyarakat semakin sadar adanya bahaya bencana tsunami karena musim dan iklim yang tidak menentu. Selain itu, masyarakat juga harus mengerti cara penanggulangannya.

 

“Upaya kita datang kesini jauh-jauh adalah menyadarkan orang lain, dan menyadarkan orang itu tidak butuh waktu yang singkat atau hanya seperti membalikkan tangan, tetapi ini butuh pembelajaran yang sangat panjang. Jadi pembelajaran itu harus dilakukan secara continue atau terus menerus, tidak hanya sekedar pada hari peringatan saja,” ungkapnya.

 

Ia juga mengingatkan supaya masyarkat diberikan akses yang mudah tentang informasi bencana. “Masyarakat itu diberikan akses informasi tentang tsunami agar disebarluaskan kepada masyarakat melalui para relawan yang sudah terbentuk dari BNPB atau LPBINU setempat,” lanjutnya.

 

Sementara itu, Ketua LPBINU Lumajang, Ridwan mengimbau agar masyarakat selalu paham dan mengerti tentang kebencanaan. Supaya apabila ada tsunami datang bisa siap siaga dengan cepat.

 

 

“Terkait kesiapsiagaan terhadap mitigasi bencana tsunami ini saya mengimbau kepada masyarakat agar semakin sadar akan bahaya bencana tsunami, dan informasi terkait ilmu adanya bencana gelombang tsunami agar disebarluaskan oleh relawan-relawan di LPBI-NU Kabupaten Lumajang. Atau badan penanggulangan bencana lainnya agar masyarakat merasa terlindungi ketika ada bencana tsunami datang,” tandasnya.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru