• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 19 Januari 2022

Tapal Kuda

Cara Cepat Hafal Al-Qur’an ala JQHNU Lumajang

Cara Cepat Hafal Al-Qur’an ala JQHNU Lumajang
Ketua JQHNU Lumajang, Gus Muhammad Ilyas (batik kuning) bersama dua santrinya saat mengurai cara cepat hafal Al-Qur'an. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)
Ketua JQHNU Lumajang, Gus Muhammad Ilyas (batik kuning) bersama dua santrinya saat mengurai cara cepat hafal Al-Qur'an. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim

Kendala utama dalam menghafal Al-Qur'an adalah rasa malas. Kemalasan yang tiba-tiba menghampiri para penghafal Al-Qur'an menjadi faktor terbesar yang menghalangi tuntasnya hafalan. Sehingga perlu trik dan cara agar rasa malas bisa teratasi sehingga hafalan Al-Qur'an bisa segera tuntas dengan cepat.

 

Atas dasar hal itu, Gus Muhammad Ilyas Ketua Pimpinan Cabang (PC) Jamiyatul Qurra' wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kabupaten Lumajang memberikan resepnya. Hal tersebut disampaikan dalam program ‘Satu Jam bersama JQHNU Lumajang’ yang disiarkan langsung dari studio Media Center An-Nahdloh (MCN) Gedung NU I, Jalan Alun-alun Timur Lumajang, Sabtu (09/10/2021).

 

Gus Ilyas menyebutkan, salah satunya cara cepat hafal Al-Qur’an ialah menggunakan metode berpasangan. Metode ini dilakukan dengan menghafal Al-Qur’an secara bergantian sambil dikoreksi oleh pasangan masing-masing.

 

"Metode ini sangat menarik terutama bagi orang yang biasanya bermalas-malasan.  Karena dalam metode berpasangan ini cukup mencari teman bisa dua, tiga atau lebih yang sama-sama mempunyai komitmen dan tekad kuat untuk menghafal Al-Qur’an," jelasnya.

 

Menurut Gus Ilyas, metode tersebut sangat cocok diterapkan dalam sebuah keluarga, baik antara suami dengan istri ataupun dengan anak. Karena dalam metode ini penerapannya dilakukan saling bergantian membacakan dan mendengarkan. Sehingga tanpa terasa keluarga bisa menjadi keluarga Qur'ani.

 

"Metode ini sangat sederhana, namun manfaatnya luar biasa. Namun jangan lupa, sebelum memulai perlu juga memanaskan otak. Caranya ya coba secara bergantian membaca satu halaman dengan pelan dan tartil. Sehingga ketika memulai hafalan otak sudah siap," terangnya.

 

Disebutkan oleh Gus Ilyas, setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, metode berpasangan menurutnya paling pas untuk diterapkan. Hal tersebut menurutnya sesuai dengan maqalah ulama, bahwa ilmu itu akan tumbuh berkembang di antara dua orang.

 

“Jadi, kalau kita menghafal bersama-sama itu lebih barakah, termasuk saat menghafalkan Al-Qur'an," imbuh Pengasuh Pondok Pesantren Madinatul Qur'an Lumajang ini.

 

 

Metode berpasangan ini pun oleh Gus Ilyas langsung dipraktikkan kepada dua santri yang menyertainya dalam kegiatan tersebut. Alhasil, dua santrinya tersebut dapat menghafal dengan cepat tiga ayat pada juz 18 dalam tempo waktu kurang 5 menit.

 

Penulis: Sufyan Arif


Tapal Kuda Terbaru