• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Tapal Kuda

Hanifah, Perempuan Tangguh Asal Bromo Pimpin IPPNU Probolinggo

Hanifah, Perempuan Tangguh Asal Bromo Pimpin IPPNU Probolinggo
Siti Hanifah Parawansah, Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo. (Foto: NOJ/.Siti Nurhaliza)
Siti Hanifah Parawansah, Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo. (Foto: NOJ/.Siti Nurhaliza)

Probolinggo, NU Online Jatim
Berkiprah di Nahdhatul Ulama tentu tidak ada kamus harus dari daerah mana. Termasuk kawasan pelosok ataupun minoritas Islam. Hal tersebut sebagaimana dibuktikan Siti Hanifah Parawansah, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo.
 

Hanifah berasal dari Dusun Kuripan Wetan, Kedawung Kuripan yang masih termasuk kawasan lereng Gunung Bromo. Sebuah desa di daerah pelosok dan dataran tinggi.
 

Baginya, IPPNU adalah satu-satunya organisasi pelajar yang keberadaannya sudah membuktikan bahwa kesetaraan gender sebagai hal nyata, bukan sekadar wacana. Karena di organisasi ini, pelajar putri diberikan kesempatan yang sama untuk belajar, berkontribusi, dan bermanfaat.
 

Kendati sebagai perempuan, Hanifah berkiprah di IPPNU mulai dari tingkatan Pimpinan Anak Cabang. Tidak semata mencukupkan di situ, juga sejumlah organisasi lain ditekuni, seperti Dewan Kerja Ranting (DKR) Gerakan Pramuka Kecamatan Kuripan selaku sekretaris. Demikian pula di Forum Kader Pemuda Anti Narkoba (FKPAN) Desa Kedawung.
 

Selain itu juga berkiprah dalam Bidang Pengembangan Kesejahteraan Remaja pada Karang Taruna Desa Kedawung, Sekretaris BEM FISIP Universitas Panca Marga, dan sekarang sebagai Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo.
 

Pantang Menyerah
Hanifah adalah anak terakhir dari pasangan Masduqi Samsuddin dan Suma. Kegiatan organisasi yang tiap hari dilalui dari dataran tinggi ke kawasan rendah, tak menyulutkan dirinya untuk tetap semangat dan berkontribusi kepada NU. Bahkan jarak tempuh yang dilalui dari rumahnya ke Kantor PCNU hampir memakan waktu satu jam. Hal tersebut dilengkapi jalan berliku dan juga dikenal rawan. Namun, dengan niat berjuang di NU, Hanifah berani naik turun dataran tinggi tanpa mengenal siang maupun malam. Hal itu dilakukan hanya untuk menemani kegiatan IPPNU di Kabupaten Probolinggo.
 

Hanifah menyampaikan bahwa salah satu motivasi menjadi ketua adalah dari angkatan terdahulu. Ia belajar bagaimana senior dengan susah payah menjalankan amanah dan mengaktifkan IPPNU di Kabupaten Probolinggo. Oleh karena itu, ia merasa terpanggil untuk terus menjaga dan mempertahankan eksistensi ini.
 

"Saya harus berusaha semaksimal mungkin agar IPPNU ini semakin maju seiring perkembangan zaman, serta berjalan sesuai dengan perannya," kata lulusan S1 Ilmu Administrasi Negara Universitas Panca Marga Probolinggo tersebut, Selasa (04/01/2022).
 

Dirinya juga menyampaikan harapan untuk sahabat seorganisasi yakni agar menjadi semakin militan dalam pengetahuan dan pemahaman.  “Kemudian itu diwujudkan dalam bentuk tindakan, sikap dan perilaku sesuai nilai-nilai Aswaja," terangnya. 
 

Perempuan kelahiran 05 Desember 1999 tersebut juga berpesan kepada anggota IPNU-IPPNU agar tidak pernah memandang dari kawasan mana untuk berjuang di NU. Sejauh dan seterpencil apapun daerah, jangan pernah merasa malu. 
 

“Dengan begitu, bergabung di IPNU-IPPNU selain mendapatkan wawasan yang lebih luas, juga akan menambah relasi atau sanak saudara dari berbagai daerah," pungkasnya. 


Editor:

Tapal Kuda Terbaru