• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Tapal Kuda

Hari Kesehatan Dunia, Gus Ufik Dorong Pesantren Siapkan Kader Kesehatan

Hari Kesehatan Dunia, Gus Ufik Dorong Pesantren Siapkan Kader Kesehatan
Ketua Lembaga Kesehatan PBNU, dr M Zulfikar As'ad atau Gus Ufik. (Foto: NOJ/ Istimewa)
Ketua Lembaga Kesehatan PBNU, dr M Zulfikar As'ad atau Gus Ufik. (Foto: NOJ/ Istimewa)

Banyuwangi, NU Online Jatim

Hari Kesehatan Dunia diperingati setiap tanggal 7 April. Hal tersebut guna memberikan kesempatan untuk memusatkan perhatian pada masalah kesehatan. Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, terus hadir berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya Nahdliyin.


Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dr M Zulfikar As'ad atau Gus Ufik saat talkshow bertajuk 'Nahdlatul Ulama dan Upaya Kesehatan'. Agenda tersebut ditayangkan secara langsung melalui kanal youtube TVNU pada Rabu (06/04/2022) malam.


"Tugas besar NU adalah menjaga umat Islam khususnya di Indonesia, baik secara jiwa maupun raga," kata Gus Ufik, sapaan akrabnya.


Sebagai organisasi keagamaan, lanjut Gus Ufik, NU telah banyak hadir menghidupkan atmosfer ajaran Ahlussunah wal Jamaah di tengah masyarakat. Namun, sebagai organisasi kemasyarakatan, peran NU di bidang kesehatan masih perlu perhatian khusus.


"Jumlah rumah sakit NU masih belum merata. Begitu juga dengan tenaga medis dari NU," kata Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Paterongan Jombang tersebut.


Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu menyebutkan, bila demikian perlu dimunculkan kesadaran bahwa pemuda dan generasi muda NU yang menimba ilmu di pesantren juga harus belajar ilmu kesehatan.


"Karena pesantren sebagai aset besar sumber daya manusia NU, harus menyeimbangkan porsi pendidikan agama dan umum, khususnya ilmu-ilmu sains," imbuhnya.


Menurutnya, hal tersebut menopang ketersediaan SDM yang mumpuni dari kalangan pesantren di bidang kesehatan. Sebab, factor penting berdirinya fasilitas kesehatan tidak hanya bertumpu pada ketersediaan properti fisik, melainkan kapasitas SDM.


"LKNU sebagai lembaga yang representatif, menargetkan ketersediaan fasilitas kesehatan NU yang merata dan diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia," pungkasnya.


Tapal Kuda Terbaru