• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Tapal Kuda

Ikhlas Mengabdi, Banser di Situbondo Ini Berharap Barokah Kiai

Ikhlas Mengabdi, Banser di Situbondo Ini Berharap Barokah Kiai
Sulaiman, anggota Banser di Situbondo saat mengangkat genset bersama dua orang santri. (Foto: NOJ/ Muhammad Fathurrahman P)
Sulaiman, anggota Banser di Situbondo saat mengangkat genset bersama dua orang santri. (Foto: NOJ/ Muhammad Fathurrahman P)

Situbondo, NU Online Jatim

Kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) angkatan 57 di Pondok Pesantren Husnul Ri’ayah, Situbondo pada Ahad (14/11/2021) harus terhenti sejenak akibat pemadaman listrik. Dengan sigap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mengambil dan menghidupkan genset agar listrik kembali menyala. 

 

Anggota Banser tersebut bernama Sulaiman, seorang Kepala Satuan Koordinasi Kelompok (Kasatkorkel) Banser Desa Buduan. Ia bersama dua orang santri setempat bersegera mengambil genset agar kegiatan yang digelar Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Suboh Kecamatan Suboh, Situbondo kembali dilanjutkan. 

 

Sule, sapaan akrabnya sudah tiga hari siap siaga berada di lokasi kegiatan PKPNU. Tidak hanya menjaga keamanan kendaraan sebagaimana lazim dilakukan Banser, ia turut berjibaku menyiapkan konsumsi untuk peserta dan panitia. Hal tersebut ia lakukan sejak hari pertama kegiatan dilangsungka pada Jum'at (12/11/2021).

 

Saat ditemui NU Online Jatim disela bertugas, ayah dua anak ini mengatakan, bahwa menjadi Banser adalah kebanggaan tersendiri baginya. Pasalnya, tidak semua orang mau dan mampu menjadi seorang personil Banser. Mengingat, bergabung di Banser tidak ada gaji sebagaimana diterima anggota tim keamanan lainnya. 

 

“Modal utama bergabung di Banser ya harus ikhlas mengabdi kepada NU dan ulama,” katanya dalam Bahasa Madura. 

 

Meski demikian, pria yang sehari-hari bekerja jadi buruh harian lepas ini bersyukur memiliki seorang istri yang sabar dan ikhlas, serta mau mengerti atas tugas panggilan jiwanya sebagai anggota Banser.

 

Saat ditanya motivasi menjadi Banser, pria lulusan Sekolah Dasar (SD) ini menjawab, bahwa barokah muassis NU dan kiai adalah motivasi terbesarnya. Karena dirinya yakin, bahwa mengabdi kepada NU dan kiai telah banyak kemudahan yang dirasakan dalam hidupnya. 

 

“Alhamdulillah, meskipun cuma buruh, tapi anak saya yang pertama sudah kelas satu Madrasah Aliyah (MA) di Pondok Pesantren Nurul Amin Desa Sumberejo Kecamatan Besuki. Alhamdulillah, karena barokah kiai soal biaya diberi kelancaran,” katanya.

 

Ia berharap, kelak putranya itu bisa memiliki kehidupan lebih baik dan juga bisa meneruskan khidmah perjuangan di NU, agar sama-sama termasuk dalam doa KH M Hasyim Asy’ari pendiri NU. "Yaitu, husnul khatimah hingga anak cucu,” ungkapnya.

 

 

Militansi yang dimiliki Sulaiman sebagai Banser memang tidak diragukan lagi. Hal tersebut diakui oleh Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) Banser Kecamatan Suboh,  A Syahari Efendi. Ia mengatakan, dedikasi Sulaiman pada Banser sangat besar, khususnya di wilayah Kecamatan Suboh.

 

“Sulaiman itu pantas dijadikan inspirasi dan contoh oleh anggota Banser lainnya,” katanya.


Tapal Kuda Terbaru