• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Tapal Kuda

Kader NU di Lumajang Bersama Pemuda Rawat Monumen Pancasila

Kader NU di Lumajang Bersama Pemuda Rawat Monumen Pancasila
Momentum hari lahir Pancasila dijadikan kesempatan kader NU di Lumajang untuk merawat ornamen. Pancasila. (Foto: NOJ/Imam Malik Hakim)
Momentum hari lahir Pancasila dijadikan kesempatan kader NU di Lumajang untuk merawat ornamen. Pancasila. (Foto: NOJ/Imam Malik Hakim)

Lumajang, NU Online Jatim
Sejumlah kader NU dengan menggandeng aliansi organisasi masyarakat di Kecamatan Jatiroto, Lumajang melakukan . pembersihan simbol Pancasila yang tidak terawat di pinggir jalan. Ratusan orang sudah memenuhi kantor kecamatan sebagai titik kumpul sebelum menggunakan roda mengelilingi dan merawat monumen di kawasan setempat, Rabu (01/06/2022).


“Indonesia adalah milik kita bersama, serta Indonesia ini adalah tidak lepas dari perjuangan pahlawan-pahlawan kita yang terdahulu dengan mencetuskan lima dasar negara yakni Pancasila,” kata Ustadz Muhammad Irfan Muharrom, koordinator lapangan di aksi ini.


Disampaikan bahwa dalam memperjuangkan Pancasila, tidak pernah lepas dari orang alim serta jawara ahli bela diri. Karena itu dirinya sangat mendukung aksi sejumlah warga untuk merawat ornamen Pancasila


Rombongan juga berjalan perlahan sekaligus menunjukkan dukungannya kepada Pancasila. Demikian pula membersihkan bangunan Pancasila yang ada di sepanjang jalan. Hal tersebut sebagai refleksi dan dukungan atas perjuangan para pahlawan.


“Karena perjuangan pahlawan terdahulu lebih berat, termasuk para ulama serta kiai,” katanya.
Aksi ini juga didukung Persaudaraan Setia Hati Terate, Pagar Nusa Nahdlatul Ulama, serta pencak organisasi. Bagi mereka, para pesilat juga memberikan bukti nyata bagi perlawanan dan masa depan bangsa.


“Untuk itu kita harus menjadi penerus dari pendahulu, maka dengan demikian tetap bangga menjadi pesilat,” kata Ustadz Irfan saat orasi. 


Selain itu, santri terdahulu dan masa kini harus mampu membangun negeri yang berlandaskan ideologi Pancasila yang sudah jelas-jelas didukung oleh para ulama.


“Semua mempunyai kewajiban menjaga bangsa serta daerah kita sebagai salah satu wujud mencitai Pancasila. Momen hari Pancasila adalah kesempatan untuk bersama merawat, termasuk tugu Pancasila yang berada di Kecamatan Jatiroto,” terangnya.


Dirinya berharap dunia persilatan dan kalangan NU dapat menjaga Pancasila karena merupakan konsensus para pendiri bangsa. 


Pada kesempatan ini hadir Ansor, IPNU dan IPPNU, Persaudaraan Setia Hati Terate, Pagar Nusa Nahdlatul Ulama dan aliansi lain.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru