• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Maret 2024

Tapal Kuda

Ketua LD PBNU: Jangan Terlena dengan Euforia Peringatan Hari Santri

Ketua LD PBNU: Jangan Terlena dengan Euforia Peringatan Hari Santri
Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Abdullah Syamsul Arifin. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)
Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Abdullah Syamsul Arifin. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim
Sejak 22 Oktober ditetapkan pemerintah sebagai Hari Santri pada tahun 2015 silam, sejak itu pula berbagai peringatan dan giat dilakukan elemen santri dan pesantren di berbagai daerah. Untuk itu, Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdullah Syamsul Arifin mengingatkan agar jangan terlena dengan euforia peringatan Hari Santri.


Penegasan tersebut disampaikan Gus Aab, sapaan akrabnya, saat acara istighotsah dan doa bersama tasyakuran Hari Santri 2022 yang dipusatkan di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Sabtu (21/10/2022).


"Peringatan seremonial itu bentuk tasyakuran secara lughot (Bahasa), maka syukur yang sebenarnya pada momen ini adalah mengambil peran-peran penting untuk terlibat aktif dalam mengisi kemerdekaan sesuai harapan yang dicanangkan pendiri bangsa agar arah kehidupan bangsa ini tidak melenceng," ungkapnya.


Ia menegaskan, perayaan peringatan Hari Santri hendaknya tidak sampai membuat santri terlena dengan tetap mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM), baik di bidang keagamaan atau bidang-bidang lainnya.


Ketua PCNU Jember ini menuturkan, keterlibatan santri pada berbagai lini-lini stategis tentu tidak cukup hanya mengandalkan kesantriannya. Hal itu harus dipersiapkan betul oleh para santri sendiri untuk mengembangkan khazanah keilmuannya secara luas.


"Maka, ada aturan main yang harus dipenuhi, yaitu kualifikasi kemampuan. Sehingga jika ada peran yang bisa dimainkan, maka tidak dengan menyiasati aturan yang pada akhirnya memberi contoh yang tidak baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tetapi diberikan karena memang memadai dan pada kualifikasi yang memungkinkan," imbuhnya.


Gus Aab bercerita, dulu saat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi presiden yang notabene dari kalangan santri, Gus Dur pernah kesulitan memilih menteri dari kalangan santri. Maka, lanjut Gus Aab, dari pada menyalahkan keadaan merasa peran santri termarjinalkan lebih baik fokus mengembangkan diri.


"Kita siapkan SDM-nya. Kalau peluang itu ada, kalau kesempatan itu ada, ayo para santri tidak boleh menyia-nyiakan sejauh mana potensi yang ada yang bisa dikelola untuk mewujudkan harapan-harapan besar. Ayo kita dorong para santri tampil ke depan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di seluruh lapisan yang ada," tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru