• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Tapal Kuda

Ketua NU Situbondo Imbau Nahdliyin Semarakkan Bulan Maulid

Ketua NU Situbondo Imbau Nahdliyin Semarakkan Bulan Maulid
Ketua PCNU Situbondo. (Foto: NOJ/Fathur)
Ketua PCNU Situbondo. (Foto: NOJ/Fathur)

Situbondo, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Situbondo, Kiai Muhyiddin Khatib mengeluarkan imbauan terkait menyambut datangnya bulan Rabi'ul awal atau yang biasa disebut bulan maulid. Imbauan ini ia sampaikan melalui surat elektronik yang disebarluaskan melalui media sosial PCNU Situbondo. 

 

"Diimbau kepada seluruh Nahdliyin untuk menyemarakkan maulid dengan memperbanyak membaca sholawat setidaknya membaca sholawat Jibril selama bulan maulid," kata isi surat iimbauan yang dikeluarkan Kamis (22/09/2022).

 

Kiai Muhyiddin mengungkapkan bahwa wajib hukumnya para Nahdliyin menyemarakkan bulan yang menjadi titik awal berdirinya Islam yang ditandai dengan lahirnya Nabi Muhammad.

 

"Saya rasa semua umat wajib bersuka cita menyambut bulan kelahiran manusia paling mulia di dunia ini. Dan imbauan ini merupakan bukti komitmen PCNU Situbondo untuk menjalankan amaliah NU, yakni bersholawat," terangnya saat NU Online Jatim menemuinya pada Jum'at (23/09/2022).

 

Selanjutnya, pria yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Majelis Masyaikh Republik Indonesia ini juga menjelaskan bahwa Situbondo juga menjadi pusat Kota Sholawat.

 

"Kita ini kota santri dan terdapat ratusan majelis sholawat di Situbondo, maka sudah tidak asing bagi masyarakat untuk bersholawat. Ini juga sebagai benteng agar ajaran di luar akidah Ahlussunah wal Jamaah tidak berani menginjakan kaki di kabupaten Situbondo ini," terangnya.

 

Ia berharap Nahdliyin di Situbondo bisa istiqomah bersholawat kendati di rumah masing-masing bersama keluarga.

 

"Kami berharap kepada semua Nahdliyin untuk melaksanakan imbauan ini, Tidak harus mengadakan pengajian maulid akbar, cukup baca sholawat di rumah bersama keluarga atau bersama tetangga se-Rukun Tetangga (RT). Yang penting bersholawat, lebih mantep kalau mengundang tokoh NU di daerah masing-masing," tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru