• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Tapal Kuda

Kiai Syafrudin Wafat, Ketua NU Situbondo: Kita Kehilangan Singa Bahtsul Masail

Kiai Syafrudin Wafat, Ketua NU Situbondo: Kita Kehilangan Singa Bahtsul Masail
KH Syafrudin Syarif saat menghadiri temu kader PCNU Situbondo pada Februari lalu. (Foto: NOJ/ Istimewa)
KH Syafrudin Syarif saat menghadiri temu kader PCNU Situbondo pada Februari lalu. (Foto: NOJ/ Istimewa)

Situbondo, NU Online Jatim
Duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama di Jawa Timur. Sebab, Katib Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Syafrudin Syarif berpulang ke rahmatullah. Ia wafat saat tengah di rawat di Rumah Sakit Graha Amerta dr Soetomo, Surabaya, Ahad (08/05/2022) siang.


Atas peristiwa ini, duka dirasakan oleh Nahdliyin di Kabupaten Situbondo. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Situbondo KH Muhyiddin Khatib mengungkapkan rasa dukanya melalui status WhatsApp pribadinya.


"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kami PCNU Situbondo sangat berduka atas berpulangnya KH Syafrudin Syarif, Katib PWNU Jawa Timur. Semoga beliau khusnul khatimah," tulis Kiai Muhyiddin.


Ia mengaku bertemu dan kenal dengan Kiai Syafrudin sudah cukup lama, yaitu saat kegiatan bahtsul masail di salah satu pesantren di Jawa Timur. Disebutkan, Kiai Syafrudin merupakan tokoh bahtsul masail dan tokoh pendidikan pesantren di Jawa Timur.


"Saya kenal dengan beliau sejak sebelum saya di PCNU (Situbondo) dan beliau belum di PWNU (Jawa Timur). Tepatnya waktu bahtsul masail di salah satu pesantren waktu itu," terangnya kepada NU Online Jatim.


Sekretaris Jenderal Majelis Masayikh Kemenag RI ini menambahkan, bahwa Kiai Syafrudin sangat senang dengan kegiatan bahtsul masail. Bahkan, setiap kegiatan bahtsul masail kerap dihadiri oleh Kiai Syafrudin.


“Beliau sangat pintar dalam merumuskan masalah, sehingga dijuluki singa bahtsul masail. Beliau merupakan pengajar di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo,” ujarnya.


"Saya teringat KH Mutawakkil Alallah saat cerita dengan saya, ketika itu Pesantren Zainul Hasan sangat membutuhkan orang yang pandai dalam mengajar kitab kuning. Dan, Kiai Mutawakkil pun memanggil Kiai Syafrudin untuk mengajar di sana," imbuhnya.


Kiai Muhyiddin menceritakan kenangannya bersama Kiai Syafrudin semasa hidup. Ia mengaku seringkali satu majlis dengan Kiai Syafrudin dalam beberapa kegiatan bahtsul masail.


“Juga pernah hadir dan menjadi penengah saat Konferensi Cabang NU Situbondo tahun lalu. Dan, terakhir bertemu saat acara temu kader pada awal tahun ini," katanya.


Atas wafatnya Kiai Syafrudin, pihaknya pun menginstruksikan kepada seluruh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Situbondo untuk melaksanakan shalat ghaib berjamaah. Direncanakan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Jumat (13/05/2022) mendatang.


"Kami juga sudah memerintahkan kepada setiap MWCNU untuk membaca surat Al-Fatihah kepada beliau. Dan, pada hari Jumat pekan depan kami instruksikan untuk mengadakan shalat ghaib di masjid-masjid seusai shalat Jum’at,” tandasnya.


Selain sebagai Katib PWNU Jatim, Kiai Syafrudin merupakan Ketua MUI Jatim. Ia adalah pengasuh Pondok Pesantren Hidayatuddin Al-Islami, Kota Probolinggo. Dikabarkan, almarhum akan dikebumikan di sekitar rumah duka, Jalan Mastrip nomor 5, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.


Tapal Kuda Terbaru