• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 30 Juni 2022

Tapal Kuda

Kiai Marzuki: Amaliah Aswaja Annahdliyyah Bukan Ajaran Baru

Kiai Marzuki: Amaliah Aswaja Annahdliyyah Bukan Ajaran Baru
Kiai Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jatim, di Lumajang. (Foto: NOJ/Sufyan Arif)
Kiai Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jatim, di Lumajang. (Foto: NOJ/Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim

KH Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menegaskan, amaliah yang dikerjakan warga NU selama ini bukanlah ajaran baru yang dibuat-buat. Amaliah ini dikatakan amaliah peninggalan para ulama terdahulu yang diwarisi dari Rasulullah dan dilestarikan hingga sekarang oleh NU.

 

Hal itu disampaikan Kiai Marzuki saat meyampaikan ceramahnya dalam pengajian umum yang diadakan Takmir Masjid Sabilul Muttaqin di Desa Jatigono Kecamatan Kunir, Lumajang, pada Senin (07/02/2022) malam.

 

"Diteliti satu per satu amaliah Ahlussunnah Wal Jamaah Annahdliyyah ini sesuai dengan dalil dan tuntunan Rasulullah," jelas Kiai Marzuki.

 

Menurutnya, amaliah tersebut sudah lama mengakar kuat dan menjadi tradisi di masyarakat. Hal itu bukanlah tanpa sebab, karena kultur budaya dan model dakwah Wali Songo yang mengenalkan Islam dengan ramah serta pendekatan kultur budaya yang ada menjadikan Islam dengan amaliah Aswaja Annahdliyyah kokoh hingga sekarang.

 

"Hal itu dibawa sejak zaman Wali Songo, maka mengakar di bumi Nusantara. Umat yang ful menjalankan Aswaja mayoritas dan mengakar kuat, ya, umat Islam yang ada di Indonesia ini," lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Gasek, Kecamatan Sukun, Kota Malang, itu.

 

Kiai Marzuki menuturkan, Amaliah Aswaja Annahdliyyah adalah yang paling cocok untuk kultur masyarakat Indonesia. Dengan semakin kuatnya amaliah ini, bukan hanya Islam yang menjadi kuat, tetapi negara Indonesia juga akan semakin kuat dan kokoh.

 

"Ini negeri Aswaja. Jangan yang lain-lain karena yang lain belum tentu cocok dengan kultur Indonesia, akhirnya jadi fitnah. Kalau Aswaja Anahdliyyah tidak menimbulkan fitnah dan tidak memancing konflik," imbuh Kiai Marzuki.


Tapal Kuda Terbaru