• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 5 Juli 2022

Tapal Kuda

Makna Hari Perempuan ala Ketua IPPNU Probolinggo

Makna Hari Perempuan ala Ketua IPPNU Probolinggo
Siti Hanifah Parawansah, Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo. (Foto: NOJ/ Siti Nurhaliza)
Siti Hanifah Parawansah, Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo. (Foto: NOJ/ Siti Nurhaliza)

Probolinggo, NU Online Jatim

Hari Perempuan Internasional atau sering disebut International Womens Day diperingati setiap tahun pada tanggal 8 Maret. Tahun 2022 ini, tema yang diusung ialah #BreakTheBias.


Sejumlah kalangan turut angkat bicara memaknai Hari Perempuan Internasional ini. Salah satunya Siti Hanifah Parawansah, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo.


"Jika berbicara tentang perempuan, saya teringat dengan sebuah alur pemikiran woman social responsibility dalam sebuah buku yang berjudul 'Perempuan vs Perempuan' yang ditulis oleh Ellya Lestari Pembayun," katanya kepada NU Online Jatim, Selasa (08/03/2022).


Disebutkan, dalam alur pemikiran woman social responsibility ini perempuan dituntut untuk memiliki kesadaran dan kecerdasan sosial (social intelligence) individu, dan harus bisa mengenali dirinya sendiri agar tidak terinjak-injak.


“Selain itu, perempuan harus punya tanggung jawab (social responsibility) terhadap perempuan lain dan anak-anaknya kelak," jelas Hanifah.


Menurutnya, perempuan memang memiliki daya serap akal yang lebih sedikit dari laki-laki. Hal tersebut karena sisi emosional perempuan lebih mendominasi. Bahkan, perempuan cenderung lebih sensitif dibanding laki-laki dan sulit untuk bersikap rasional ketika terjadi pre menstrual syndrome.


“Namun, hal ini hendaknya tidak dapat dijadikan alasan agar perempuan selalu di bawah atau pun dikalahkan. Karena perempuan harus tangguh di segala sisi dan tidak mudah diperbudak,” tegasnya.


Untuk itu, dirinya mengajak di momen Hari Perempuan Internasional ini agar perempuan terus bangkit, karena perempuan bukanlah makhluk kelas dua. Menurutnya, perempuan jangan hanya fokus di domestik, tapi hendaknya terus berkarir dan berkarya.
 


"Entah nantinya akan berkarir atau menjadi ibu rumah tangga, seorang perempuan wajib berpendidikan tinggi. Karena nanti ia akan menjadi ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya," pungkasnya.


Tapal Kuda Terbaru