• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Tapal Kuda

Maulid Nabi sebagai Bentuk Mahabbah kepada Rasulullah

Maulid Nabi sebagai Bentuk Mahabbah kepada Rasulullah
Tangkapan layar pengajian rutin tiap Kamis oleh PKAY Unisma. (Foto: NOJ/Diana)
Tangkapan layar pengajian rutin tiap Kamis oleh PKAY Unisma. (Foto: NOJ/Diana)

Pasuruan, NU Online Jatim
Kajian rutin kitab Targib wa Tarhib setiap pekan kembali digelar Pesantren Kampus Ainul Yaqin (PKAY) Universitas Islam Malang (Unisma), Kamis (07/10/2021). Kegiatan diikuti secara luring oleh beberapa pengurus, serta daring melalui kanal Youtube Santri Unisma oleh para santri.
           

KH Achwannuri selaku pemateri menyebut bahwa memperingati Maulid Nabi sebagaimana yang biasa dilakukan oleh kalangan Islam Ahlussunnah wal Jamaah merupakan salah satu bukti mahabbah atau cinta kepada Rasulullah. Akan tetapi, bentuk peringatannya sendiri tidak dicontohkan, sehingga kegiatan bermahabbah bisa beragam. Dan apabila ditradisikan, maka menjadi sunah hasanah.
           

“Kaidah bahwa ibadah itu dilarang, kecuali yang diperintahkan dan dicontohkan saja itu salah. Yang benar, ibadah itu diperintahkan kecuali apabila ada larangan. Jadi, selama tidak ada larangan semua ibadah itu boleh,” tegas kiai sekaligus dewan pengembang PKAY Unisma itu.
           

Mengenai bid`ah, masih Kiai Achwannuri menjelaskan bahwa kata tersebut pada kalimat kullu bid`atin dhalalah adalah isim nakirah atau umum sehingga masih perlu disifati. Para sahabat sendiri memahami bid`ah adalah menyesatkan hanya apabila yang dilakukan itu perbuatan sayyiah atau buruk.

 

“Mereka malah berlomba-lomba mengada-adakan ibadah, seperti membaca shalawat menggunakan kata sayyidina dan tidak ada larangan dari Rasulullah. Malah disebutkan bahwa pahalanya ibarat malaikat menulis menggunakan tinta dari air lautan. Sampai air tersebut habis pahalanya masih  tidak cukup,” terangnya.

 

Selain pembahasan seputar maulid, Kiai Achwannuri juga memaparkan syarah kitab bahwa seseorang yang bertemu ajalnya dalam keadaan menuntut ilmu, maka akan mendapatkan keutamaan berupa kedudukan yang sangat dekat dengan derajat kenabian. 

 

“Posisi menuntut ilmu di sini bisa saat perjalanan menuntut ilmu atau saat belajar itu,” pungkasnya.
 

Penulis: Diana Putri Maulida


Editor:

Tapal Kuda Terbaru