• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Tapal Kuda

Melalui Hybrid Experiential Learning, LPPM UM Latih Guru Pesantren Zainul Hasan

Melalui Hybrid Experiential Learning, LPPM UM Latih Guru Pesantren Zainul Hasan
Pelatihan penulisan karya ilmiah. (Foto: NOJ/isimewa)
Pelatihan penulisan karya ilmiah. (Foto: NOJ/isimewa)

Probolinggo, NU Online Jatim
Pesatnya perkembangan teknologi, sosial dan budaya di era revolusi industri 4.0 menuntut percepatan gerak pendidikan dan inovasi pembelajaran. Guru sebagai salah satu elemen penting dalam pendidikan menjadi garda terdepan pelaksanaan pembelajaran. Guru lekat dengan tugas dan rutinitas pendidikan di sekolah, mulai dari pengembangan rencana pembelajaran hingga implementasinya. Lebih dari itu, guru menjadi role model bagi peserta didik sehingga harus terus berupaya meningkatkan kapasitas diri agar menjadi pendidik yang inovatif dan produktif. 

 

Semua itu bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan yang bertujuan mendidik peserta didik yang cerdas, cakap dan berkarakter. Tuntutan dan tanggung jawab guru inovatif dan produktif juga berlaku bagi guru di Pesantren. Sebagai lembaga pendidikan yang menyentuh beragam lapisan masyarakat, banyak pesantren terus mengembangkan diri dengan meningkatkan layanan pendidikan formal yang berkualitas dan inovatif.

 

Salah satu pesantren yang terus mengembangkan beragam upaya inovatif adalah Pesantren Zainul Hasan. Melalui jalinan kerja sama dengan Universitas Negeri Malang (UM), pesantren yang telah berusia lebih dari 170 tahun ini terus berupaya mendorong lembaga pendidikan di bawah naungannya menjadi sekolah dan madrasah riset. 

 

"Pesantren ini berupaya mewujudkan pendidikan yang lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," KH Hassan Ahsan Malik, Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Ahad (03/07/2022).

 

Sebagai upaya mendukung terwujudkan semangat tersebut maka Tim Abdimas LPPM UM menggelar pelatihan dan pendampingan guru pesantren dalam bidang penelitian dan penulisan karya ilmiah melalui pelatihan model hybrid experiential learning.

 

"Pelatihan didesain secara hybrid atau perpaduan pelatihan online dan pelatihan tatap muka yang disecara intensif dengan bertahap dan penugasan terstruktur," ujar Dr Muslihati, Tim Abdimas LPPM UM. 

 

Pada pelatihan online, tim pengabdian menyampaikan materi tentang ragam karya ilmiah guru, jenis riset dan penyusunan proposal, tata tulis ilmiah dan software citasi Mendeley dan Zotero. 

 

"Setelah mengikuti pelatihan secara daring, guru menyusun proposal penelitian secara berkelompok. Proposal dikumpulkan melalui fasilitas google drive dalam kurun waktu 25 hari. Tim Pengabdian kemudian melakukan uji similariti pada semua proposal guru melalui software Turnitin," terangnya.

 

Sedangkan dalam pelaksanaan pelatihan luring, guru-guru memperoleh pendampingan intensif melalui review isi proposal, strategi menyusun topik dan rumusan proposal yang efektif dan spesifik. Tim Pengabdian juga menjelaskan mengenai etika ilmiah, plagiasi dan tata cara menyusun karya ilmiah yang bebas dari tindak plagiasi.  

 

"Sebanyak 12 proposal penelitian dibahas tuntas dan memperoleh pembimbingan secara intensif untuk kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data. Salah satu proposal penelitian yang diajukan oleh Ustadzah Dahiratus Saminah dan tim yang akan mengkaji kesantunan bahasa santri dalam berinteraksi dengan guru," ujarnya.

 

Ustadzah Yenny dan Ustadz Ghofur, salah satu peserta pelatihan menyampaikan kesannya mengenai manfaat pelatihan ini. 

 

"Kami memperoleh wawasan dan motivasi untuk terus berkarya menjadi guru peneliti yang memiliki karya ilmiah melalui penelitian berbasis sekolah dan madrasah," ucapnya.


Tapal Kuda Terbaru