• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Tapal Kuda

Perdana, Lasbumi NU Bondowoso Gelar Fistival Seni dan Budaya

Perdana, Lasbumi  NU Bondowoso Gelar Fistival Seni dan Budaya
Salah satu penampilan di acara Festival Seni dan Budaya Lesbumi NU Bondowoso (Foto: NOJ/Ade Nurwahyudi).
Salah satu penampilan di acara Festival Seni dan Budaya Lesbumi NU Bondowoso (Foto: NOJ/Ade Nurwahyudi).

Bondowoso, NU Online Jatim 

Pengurus Cabang (PC) Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bondowoso mengadakan festival seni dan budaya, Sabtu (06/11) malam. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2021.

 

Gelaran fistival tersebut melibatkan para pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Bondowoso. Agenda ini diselengarakan di Gedung Graha NU Kutokulon, Kabupaten Bondowoso.



Ketua Lesbumi PCNU Bondowoso, Muhlis Adi Rangkul menjelaskan, festival tersebut tidak lain untuk menumbuhkan kembali kesenian dan budaya di tengah-tengah masyarakat.

 

"Alhamdulillah ini adalah awal kebangkitan seni dan budaya khususnya di Bondowoso. Ini pentas pertama kepengurusan Lesbumi periode tahun 2021-2026," katanya.

 

Kegiatan ini mengambil tema ‘Kebangkitan Seni dan Budaya Nusantara’. Sebab, selama Pandemi Covid-19 tidak ada kegiatan kesenian yang dilaksanakan.

 

Menurut Muhlis, kesenian dan kebudayaan nusantara harus dirawat karena merupakan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.

 

"Seni merupakan cara Walisongo melakukan Islamisasi dan budaya menyatukan bangsa. Kebudayaan dan kesenian harus digaungkan. Karena kebudayaan kita sudah dijajah," ungkapnya.

 

Ia juga menginginkan, kedepan agar generasi muda Nahdatul Ulama juga bisa membuat animasi yang khusus menceritakan kebudayaan asli Nusantara.

 

 

Festival seni dan budaya tersebut dikemas dengan nuasa Islami dengan menampilkan musikalisasi, puisi, pencak silat dari pagar nusa serta mengkolaborasikan kesenian tradisional seperti kenong, gamelan dengan alat musik modern.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru