• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 22 April 2024

Tapal Kuda

Puluhan Santri Nuris Jember Perkuat Aswaja Muslim di Thailand

Puluhan Santri Nuris Jember Perkuat Aswaja Muslim di Thailand
Peserta program Nuris Student Exchange Program (NSEP) 2024. (Foto: NOJ/Aryudi AR)
Peserta program Nuris Student Exchange Program (NSEP) 2024. (Foto: NOJ/Aryudi AR)

Jember, NU Online Jatim

Sebanyak 48 pelajar SMA dan MA Unggulan Nurul Islam atau Nuris Jember telah menjalani program Nuris Student Exchange Program (NSEP) 2024.  Yaitu pertukaran pelajar Nuris dengan pelajar sejumlah lembaga dan pesantren di Thailand. Puluhan pelajar yang juga santri tersebut terdiri dari 15 laki-laki dan 33 perempuan. Semuanya kelas XI. Mereka baru mendarat di Tanah Air, Ahad (11/2/2024)  setelah 36 hari berada di Thailand, Malaysia, dan Singapura.


“Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik dan lancar,” kata pendamping NSEP 2024, Muhammad Ilzamunnabil di Pondok Pesantren Nuris Jember, Rabu (20/02/2024).


Mereka berada Thailand  selama 29 hari,  3 hari di Malaysia, dan 4 hari di Singapura. 48 pelajar Nuris itu menyebar di 11 titik untuk mengajar. Yaitu di Eakkappap Sasanawich (Provinsi Krabi), Santiwich College, ⁠Bamrong Wittaya School, ⁠Suksawad Lamphlai (Provinsi Songkla), Suttisart Wittaya School, ⁠Suntisart Wittaya School, ⁠Pattana Islam Wittaya, ⁠Kabang Sasanasart School, ⁠Bannangsta Suksa School, ⁠dan Wittaya Islam School (Provinsi Yala).


Di samping memperkenalkan budaya Indonesia, mereka juga mengajar para santri dan murid dengan materi hadits, bahasa Melayu, bahasa Inggris, bahasa Arab, dan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).


“Misi kami yang paling utama adalah memperkuat Aswaja di kalangan santri dan pelajar Thailand,” jelasnya.


Ilzam menambahkan, secara kultur, Muslim Thailand juga penganut Aswaja. Namun karena Muslim di Thailand merupakan penduduk minoritas, maka pengetahuan mereka tentang Aswaja, cukup standar sehingga perlu diperkuat.


“Jadi mereka perlu diperkuat ke-Aswaja-annya,” ungkapnya.


Setelah 29 hari berada di Thailand mereka bergeser ke Malaysia dan Singapura untuk study tour saja.


Salah satu peserta NSEP 2024, Ahmad Ananda Riansyah mengungkapkan bahwa lawatannya bersama rekan-rekan ke Thailand cukup bermanfaat. Selain memperoleh pengalaman, memberikan ilmu, dan mengenal secara dekat kultur Muslim Thailand.


“Saya sangat berterima kasih kepada Pondok Pesantren Nuris Jember yang sudah memberikan wadah yang ingin belajar di luar negeri. NSEP ini merupakan program yang ditunggu-tunggu para santri untuk bisa belajar di negeri seberang,  juga wadah untuk menyebar luaskan ajaran Aswaja yang kami dapatkan di pondok ini,” ucapnya ​​​​​​​


Ke-48 pelajar itu didampingi oleh 3 guru, dan 2 pengasuh. Ilzam sendiri adalah guru di Nuris, yang merupakan alumni Rajamangala University of Technology Srivijaya,  Muang District, Songkhla, Thailand.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru