• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 29 Juni 2022

Tapal Kuda

Rais NU Kota Malang Jelaskan Hari-hari Larangan Berpuasa

Rais NU Kota Malang Jelaskan Hari-hari Larangan Berpuasa
KH Chamzawi Syakur, Rais NU Kota Malang menjelaskan hari-hari yang dilarang berpuasa. (Foto: NOJ/ Diana Putri Maulida)
KH Chamzawi Syakur, Rais NU Kota Malang menjelaskan hari-hari yang dilarang berpuasa. (Foto: NOJ/ Diana Putri Maulida)

Pasuruan, NU Online Jatim

Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, KH Chamzawi Syakur menjelaskan, terdapat lima hari yang diharamkan untuk melakukan ibadah puasa, yaitu Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, dan tiga hari tasyrik atau tanggal 11, 12, dan13 Dzulhijjah.

 

“Pada hari tasyrik, Rasulullah SAW menyuruh para sahabat untuk makan dan melarang mereka berpuasa. Hal tersebut disampaikan oleh sahabat Amr bin ‘Ash,” ujarnya saat pengajian kitab Tadzhib, Ahad (03/10/2021).

 

Selain, hari-hari yang diharamkan berpuasa, Kiai Chamzawi menerangkan bahwa ada pula hari yang dimakruhkan berpuasa, yakni hari syak (ragu-ragu). Keragu-raguan seseorang untuk puasa apakah sudah memasuki awal bulan atau masih di bulan yang sama, hukumnya makruh kecuali yang biasa melakukannya

 

“Semisal, bulan Januari itu pasti jumlahnya 31 hari, sedangkan Februari antara 28 atau 29 hari di kalender masehi. Nah, kalau kalender hijriyah itu beda, kadang Sya’ban itu sampai 30 kadang pula hanya sampai 29 hari. Keragu-raguan semacam inilah yang dimaksud,” jelasnya.

 

Namun demikian, apabila seseorang meman sudah terbiasa untuk berpuasa Senin-Kamis atau Puasa Daud, maka kemakruhan tersebut tidak berlaku. “Mereka pun boleh untuk tetap melanjutkan keistiqamahannya berpuasa tersebut,” imbuh kiai kelahiran Remban, Jawa Tengah tersebut.

 

Disebutkan, bahwa dimakruhkan pula untuk berpuasa di 15 hari terakhir bulan Sya’ban. Hal tersebut sebagaimana hadits shahih yang disampaikan oleh Imam Tirmidzi dan diriwayatkan oleh Imam Abu Daud.

 

“Pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim juga disebutkan adanya larangan untuk mengawali Ramadhan dengan berpuasa, baik selama sehari atau dua hari,” ungkap kiai kelahiran tahun 1951 ini.

 

Diketahui, pengajian tersebut merupakan rutinan sepekan sekali yang diadakan oleh Pesantren Kampus Ainul Yaqin (PKAY) Universitas Islam Malang (Unisma). Kegiatan tersebut diikuti secara daring oleh para santri melalui kanal youtube Santri Unisma.

 

Penulis: Diana Putri Maulida


Tapal Kuda Terbaru